Linggajaya, Kekurangan Raskin

Peliput/Editor: IGUN GUNAWAN

Linggajaya, Kekurangan Raskin

Sekretaris Desa Linggajaya, Saprudin Mugni.(IGUN GUNAWAN/SUMEKS)

Linggajaya, Kekurangan Raskin
CISITU – Kebutuhan beras miskin (Raskin) meningkat di Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu karena adanya tambahan warga dari wilayah genangan. Hal itu dikatakan Sekretaris Desa Linggajaya, Saprudin Mugni, ia menyebutkan pihaknya meminta pihak terkait untuk memberikan tambahan raskin ke desanya.

Menurut dia, dengan adanya warga terdampak genangan waduk Jatigede yang pindah ke wilayahnya, jumlah penerima raskin jadi bertambah. Bahkan, lanjutnya, banyak diantaranya belum kebagian jatah raskin.

Dikatakan Sekertaris Desa Linggajaya itu, dari awalnya penerima beras miskin 307 kepala keluarga (KK). Dan saat ini, lanjutnya, sudah menjadi 337 KK karena ada 30 KK warga OTD yang terdaftar di Dinas Sosial.

“Kebutuhan raskin saat ini jelas meningkat, karena banyaknya pendatang baru dari wilayah genangan,” kata dia Sekretaris Desa Linggajaya, Saprudin Mugni, pada Sumeks, kemarin.

Jumlah warga OTD Jatigede yang terdata oleh desa tersebut ada 137 KK tersebar di beberapa titik wilayah desa seperti di Dusun Bakom, Cipari dan beberapa kampung lainnya.

“Dari 137 KK warga OTD hanya masuk 30 KK yang menerima raskin. Padahal mereka semua memerlukan bantuan seperti raskin, sebab saat ini mereka di desa ini hampir semua tidak punya garapan sawah,” kata dia.

Diakuinya, warga OTD yang ada di desa tersebut memang sebagian besar perlu bantuan, meski mereka sudah mampu membangun rumah. Namun, sebutnya, untuk kehidupan selanjutnya mereka kembali lagi dari nol, ditempat tersebut tidak sedikit warga otd yang menjadi pengangguran.

“Ya yang mampu pastinya ada atau yang memiliki gaji sih masih mending, tapi untuk mereka yang mengandalkan untuk makan juga sulit itu perlu diperhatikan,” katanya lagi.

Sampai saat ini pasokan beras miskin yang tertampung di desa tersebut ada sekitar 5.055 kg beras, namun dari jumlah itu masih banyak kurangnya, diperkirakan pihak desa masih memerlukan minimalnya 50 karung lagi tambahan agar warga otd yang tidak mampu bisa terbantu.
“Ya minimal, 50 karung lah tambahannya,” ucapnya. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.