Linggajaya Tagih Penggantian TKD

Linggajaya Tagih Penggantian TKD

DOK/sumeks PERSIAPAN: Sejumlah atlet Gantole saat persiapan, beberapa waktu lalu. Saat ini, selain TKD Linggajaya yang belum diganti, lahan yang digunaan untuk olahraga nasional di Batu Dua, tidak ada pemasukan ke kas desa setempat.

PEWARTA: heri purnama

CISITU – Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, menagih janji pemerintah mengenai pergantian Tanah Kas Desa (TKD) seluas 10 hektar. Dimana tanah kas Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu itu, kini digunakan untuk relokasi warga Cinangsi, Kecamatan Cisitu, yang menjadi korban longsor enam tahun silam.

Pada saat itu, pemerintah daerah Kabupaten Sumedang, menjanjikan akan mengganti TKD tersebut. Sebab TKD tidak boleh hilang dan tetap harus ada tanah penggantinya.

“Janjinya sih mau diganti. Tapi sampai saat ini, pihak kami belum mendapat informasi apapun dari pemerintah menganai TKD tersebut,” ujar Kepala Desa Linggajaya, Ano Sutarna kepada Sumeks, Kamis (13/10).

Dengan adanya relokasi ke wilayah tersebut, saat ini desa tidak mendapat pemasukan dari penggarap, karena tanah sudah jadi pemukiman.

“Kalau dulu kan, warga yang mengolah tanah kas desa itu membayar sewa garap kepada desa, sehingga desa punya uang kas dari penggarap, dan uang tersebut bisa digunakan untuk memaksimalkan pembangunan,” kata dia.

Ano menilai, bahwa di desa tersebut banyak tanah kas desa yang tidak menghasilkan buat desa itu sendiri. Adapun tanah kas desa di Batudua yang digunakan untuk objek wisata dan sarana olahraga Paralayang dan Gantolle belum lama ini, tidak ada pemasukan kepada desa sama sekali.

“Sebenarnya, banyak potensi di TKD ini. Tapi setiap ada tanah yang dimanfaatkan tidak bisa menguntungkan buat desa,” kata dia.

Dalam hal ini, pemerintah desa tersebut meminta kepada pemerintah Kabupaten Sumedang, untuk segera mengganti tanah kas desa yang seluas 10 hektar tersebut. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.