oleh

Longsor Ancam Pejalan Kaki

-Headline-22 views

JATINANGOR- Bencana longsor yang menimpa jalan alternatif Cikuda Desa Hegarmanah yang menghubungkan Desa Cileles dan Cilayung tepatnya di Dusun Nengkor, RT 02 RW 07, Desa Cilayung dibiarkan terputus. Hingga Selasa (15/11) longsoran tanah masih dibiarkan.

Tebing setinggi 20 meter yang diatasnya jalan yang amblas mengancam keselamatan pejakan kaki dan pengendara motor yang kerap melintas ke sana.

Mardiana warga Dusun Cigondok, Desa Cilayung, mengatakan longsor itu terjadi sejak 2013 silam. Namun longsor terus terusan terjadi hingga pada Selasa (15/11) longsor semakin parah dan jalan tak bisa dilalui.

“Ini jalan alternatif bila Jalan jatinangor macet. Biasanya pengendara melintas ke sini dan keluar dari Sukarapih Kecamatan Sukasari. Karena longsor jalan tak bisa dilalui,” katanya.

Dia pun menyayangkan perbaikan jalan yang dinilai lambat. Sebab sudah terjadi sejak tahun 2013. Padahal jalan itu tak hanya dipakai warga Desa Cilayung melainkan warga Desa Cileles. Sukarapih dan Lebak Maja Desa Kutamandiri Kecamatan Tanjungsari.

“Harapannya diperbaiki secepatnya karena ini menyangkut keselamatan warg. Untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan warga menutup dengan pagar bambu,” katanya.

Junaedi (30) warga Dusun Karasak, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari mengaku kerap melintas ke sana. Sebab jalan itu aksesnya dekat bila dibandingkan melintas ke Jatinangor-Tanjungsari.

“Karena jalannya ambrol jadi tak bisa dilalui. Jalan ini pun ditutup oleh warga sekitar karena takut memakan korban,” katanya.

Dia pun merasa was was jika memaksakan melintas ke sana. Sebab jalan nyaris terputus dengan bagian bawahnya jebol.

Kades Cilayung Uyun, melalui Sekdes Ade Rahmat membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya sejak 2013 lalu jalan itu amblas. Hanya saja statuanya jalan milik PT SS (PT KAI) sehingga sulit dianggarkan dalam realisasi dd dan add.

“Harapannya minta diperbaiki oleh PT kAI. Soalnya jalan ini menjadi akses kehidupan warga tak hanya warga Desa Cilayung melainkan warga Sukarapih, Kutamandiri dan Tanjungsari,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed