Longsor Timpa Rumah Warga

Peliput/Editor: HERI PURNAMA/SUMEKS

Longsor Timpa Rumah Warga

BERSIHKAN LONGSOR: Mupika Darmaraja gotong royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah Wawan warga Dusun Citatah Desa Ranggon Kecamatan Darmaraja. (insert) Bongkahan tanah akibat longsor memutuskan akses jalan Gelewing Rancakalong.

Akses Rancakalong Tertutup
DARMARAJA – Longsor tebing menimpa salah satu rumah warga RT 03 RW 05 Dusun Citatah Desa Ranggon Kecamatan Darmaraja, pukul 15.30 Selasa (7/11) lalu.

Warga bersama muspika dan organisasi masyarakat (ormas), gotong royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah permanen ukuran 6×9 milik Wawan.

Kepala Desa Ranggon Oo Somantri menyebutkan, kejadian tersebut berlangsung saat intensitas curah hujan pada waktu itu cukup tinggi. Kondisi tanah yang labil membuat pergerakan pada tanah. Dan meski kondisi tebing sudah memakai Tembok Penahan Tebing (TPT), tetap saja tidak kuat menopang tanah tersebut.

“Longsor tebing itu menimpa satu rumah milik warga bagian sampingnya,” ucapnya, kemarin (8/11).

Dikatakan, tebing sepanjang 22 meter dengan ketinggian 3,5 meter itu, ambruk seketika yang membuat pemilik rumah dan tetangganya kaget.

“Kejadian itu sempat kagetkan warga karena saat matrial menimpa pinggir rumah salah satu warga itu mengeluarkan bunyi benturan cukup keras,” ucapnya.

Untungnya, saat kejadian pemilik rumah tengah berada di ruang tengah. Sehingga tidak ada korban dalam musibah itu.

“Untung saja tidak ada pemilik rumah yang sedang berada di kamar,” ucapnya.

Dia menyebutkan, di Desa Ranggon yang rawan bencana longsor memang hanya di Dusun Citatah saja. Hal itu dipengaruhi letak geografis di wilayah tersebut berundak dan bertebing.

“Kalau di desa ini hanya Dusun Citatah saja yang rawan longsor,” ucapnya.

Hampir bersamaan, akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi, membuat tebing setinggi 25 meter longsor di Blok Saung Talahab Dusun Cikoneng Desa Pamekaran Kecamatan Rancakalong, hingga menutuk akses jalan, Selasa (7/11).

Kapolsek Rancakalong AKP Supriadi melalui Kanit Binmas Aiptu M Rohmat membenarkan musibah tersebut. “Akibatnya akses Jalan Raya Sumedang-Pasirbiru Rancakalong via Gelewing, menjadi terputus,” katanya di lokasi kejadian, kemarin (8/11).

Selain menimbun badan jalan sepanjang 30 meter, longsor meutupi sebagian lahan pesawahan milik warga. Diketahui, tanah yang mengalami longsor tersebut, merupakan lokasi jalan Tol Cisumdawu yang pengerjaannya sudah selesai.

Untuk membuka kembali akses jalan tersebut, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Sumedang untuk mendatangkan alat berat. “Pengerjaan ini tidak mungkin dilakukan secara manual,” ujarnya. (eri/nur)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.