oleh

LPBJ Tampik Desas-sesus Pemenang Tender Pembangunan Creative Centre

SUMEDANGEKSPRES.COM – Kasubag Pengembangan SDM pada Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Setda Kabupaten Sumedang, Didi Sumarna menampik adanya desas-desus salah seorang pengusaha yang disebut-sebut sebagai pemenang tender pembangunan gedung Creative Centre (eks Gedung Bidang Sumber Daya Air PUPR Kabupaten Sumedang).

Pasalnnya, proses lelang baru berjalan beberapa tahapan. Terlebih, dengan lelang sistem daring, sangat tidak mungkin ada celah untuk bermain curang. “Bagaimana mau ada pemenang, kalau prosesnya saja masih berjalan,” katanya, kemarin.

Apalagi, kata Didi, lelang kontrak dengan menggunakan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sangat tidak mungkin ada pemenang diawal. “Semuanya sudah sistem online. Dia nawar dulu, baru kita evaluasi dan pokja menentukan siapa pemenangnya,” ujarnya.

Bahkan lanjut Didi, pokja tidak mungkin ‘ujug-ujug’ menunjuk salah seorang pengusaha. “Itu salah besar. Karena sudah jelas regulasinya, ketika nilainya di atas Rp 200 Juta, itu harus tender,” katanya.

Sedangkan tender itu sendiri, menggunakan aplikasi LPSE, dengan website lpse.sumedangkab.go.id. “Jadi gak mungkin keluar dari sistem atau bahkan yang digadang-gadang sebagai pemenang juga, belum tentu memasukan penawaran. Karena sampai saat itu pun, ketujuh penawar itu masih belum bisa diketahi,” tuturnya.

Baca juga :

Ngantuk, Abra Nyaris Timpa Rumah

Sementara itu,  proses LPSE untuk pengerjaan pembangunan  gedung Creative Centre itu, sudah mencapai tahapan upload dokumen penawaran. “Hari ini (kemarin, red) terakhir. Pendaftaran dtutup jam 10.00 pagi. Dan sampai jam 09.13 menit (kemarin), sudah ada tujuh penawaran dari total pendaftar 117 peserta pendaftar,” katanya.

Namun nama ketujuh  penawar (perusahaan) tersebut, belum bisa diketahui sebelum masa penawaran dibuka. “Nanti setelah pembukaan penawaran, diapendo dulu (proses deskripsi data)  oleh Pokja, baru kelihatan nama-nama perusahaannya. Karena jika belum diapendo, data masih bersifat rahasia dan belum bisa dibuka siapapun,” tukasnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed