oleh

Lulusan Pariwisata Pusdai Diminati

KOTA – Siswa lulusan SMK Pariwisata Pusdai Sumedang, sangat diminati sejumlah hotel ternama. Pasalnya selain terampil dibidang perhotelan, mereka memiliki kepribadian yang baik serta agamis.

Seperti disampaikan Kepala SMK Pariwisata Pusdai, Winy Roswinawati M.Si kepada Sumeks, Selasa (15/11) di ruang kerjanya.

“Lulusan siswa kami 80 persen sudah bekerja di beberapa hotel kelas bintang tiga. Seperti Grand Hotel Universal, Hotel Ibis, Benana In Hotel, Marbela, Hotel Travelo, Aston Primera, Hotel  Kalifornia, Hotel Papandayan bahkan Hotel yang berada di Madinah, Saudi Arabia,” katanya.

Dikatakan Winy, sebelumnya keberadaan SMK Pariwisata ini dipertanyakan sejumlah pihak, pasalnya sekolah dengan lebel Pusdai dan berada di Lingkungan Kompleks Islamic Center tersebut memiliki kelas program Pariwisata akomodasi perhotelan.

Namun dengan seiring berjalannya waktu, pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan keberhasilan lulusannya yang memiliki kredibilitas keislaman yang mumpuni.

“Mereka memiliki rasa disiplin, baik dalam pekerjaan maupun dalam segi ibadah, bahkan lulusan kami mampu menjadi imam shalat berjamaah di tempat mereka bekerja. Sehingga pujian pun terlontar  dari para pengelola hotel,” paparnya.

Semua itu  menurut Winy, berkat kerja keras pihaknya dalam mengajar dan mendidik mereka (siswa). Selain menjejali dengan materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum , pihaknya juga senantiasa membekali siswa-siswinya  dengan ilmu agama.

“Tujuan kami hanya satu, lulusan SMK Pariwisata Pusdai harus menjadi tenaga kerja yang terampil dalam bidangnya serta memiliki keimanan yang kuat,” ujar Winy.

Pihaknya mewajibkan kepada peserta didik untuk selalu mengikuti sholat berjamaah,  terutama ibadah Sholat  Dzuhur, sholat Duha dan sholat Jumat di mesjid yang berada di lingkungan sekolah.
“Selain kegiatan keagamaan lainnya kita tanamkan setiap hari kepada mereka,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan dalam menyalurkan anak didiknya ke dalam dunia kerja,  berkat kerjasama yang selama ini terjalin dengan baik antara pihak sekolah dengan sejumlah hotel di Bandung.

“Siswa kami melaksanakan kegiatan Pakering atau Prektek Kerja Lapangan selama enam bulan. Berbeda dengan SMK lain yang hanya melaksanakan PKL selama tiga bulan,” kata Winy.

Kenapa melaksanakan kegiatan prakering harus enam bulan? Karena, lanjut Winy, semua itu  dilakukan sesuai dengan  permintaan setiap hotel yang dijadikan tempat prakering siswanya.

“Kalau prakering hanya dilakukan selama  tiga bulan, mereka bisa apa?” katanya menirukan salah seorang pengelola hotel.

Alasannya, kata Winy,  dalam jangka waktu enam bulan ,  siswa akan dapat menguasai  setiap departemen yang berada di hotel. Karena siswa yang melaksanakan prakering harus masuk dan mempelajari setiap deprtemen yang ada di hotel tersebut.

“Mulai dari receptionis hingga laundry,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerja sama yang baru terjalin dengan hotel Ibis Bandung,  membuahkan hasil yang membanggakan.

“Setelah tiga siswa lulusan sekolah kami bekerja di sana. Pihak hotel mengaku puas dengan kinerja mereka. Al hasil, pengelola Hotel Ibis pun meminta lagi lulusan SMK Pusdai dalam jumlah yang cukup banyak,” katanya.

Namun sayangnya, sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 2008 itu tergolong minim siswa. Padahal peluang untuk mendapatkan pekerjaan di bidang perhotelan sangat terbuka luas.

“Terutama hotel yang sudah melaksanakan MoU dengan sekolah kami,” ujarnya. (mg1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed