Macan Kumbang Serang Domba

TANJUNGKERTA – Aksi serangan hewan buas kembali terjadi di wilayah Kecamatan Tanjungkerta. Kali ini terjadi terhadap ternak domba di wilayah Desa Banyuasih.

Diberitakan sebelumnya, aksi serupa telah terjadi di Desa Gunturmekar, masih di wilayah Kecamatan Tanjungkerta, yang memakan korban ternak domba selama kurun waktu 2-3 minggu ke belakang. Jarak tempuh antara wilayah Desa Gunturmekar dengan Banyuasih cukup jauh sekitar 5 km. Itu pun harus melewati beberapa wilayah desa lainnya.

Menurut informasi, serangan hewan buas yang terjadi kali ini berhasil membunuh sedikitnya enam ekor domba milik Usin (65), warga Dusun Ciereng Kidul RT 02/08 Desa Banyuasih.

Peristiwa itu sendiri, pertama kali ditemukan pemilik domba, pada saat dirinya akan memberikan pakan pada hewan ternaknya, Selasa (16/7) pagi. Kala itu, Usin, langsung dibuat kaget, karena ketika dia sampai ke kandang miliknya di Blok Sawah Asod, ternyata domba-domba ternaknya ditemukan sudah tergeletak mati dengan kondisi leher terluka akibat bekas cengkraman atau gigitan hewan buas.

Mengetahui hewan ternaknya dimangsa hewan buas, si pemilik itu pun langsung kembali ke rumah dan melaporkan kejadian itu ke warga terdekat. Sampai akhirnya tersebar luas dan menjadi perbincangan warga lain di wilayah Kecamatan Tanjungkerta.

Kepala Desa Banyuasih, Dadang, membenarkan soal informasi tersebut. Setelah mendapat laporan, saat itu juga pihaknya bersama Babinkamtibas dan Babinsa desa langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

”Dan ternyata benar, domba-domba milik Pa Usin ini sudah mati akibat cengkraman atau gigitan hewan buas di lehernya,” kata Dadang.

Dari hasil pantauan di lapangan, lanjut Dadang, dugaan sementara kematian lima ekor domba itu memang disebabkan karena cengkraman atau gigitan hewan buas pada leher domba-domba tersebut.

Bahkan jika dilihat dari bentuk lukanya, kematian hewan ternak di Dusun Ciereng Kidul ini, sangat mirip dengan peristiwa kematian yang menimpa domba-domba sebelumnya di wilayah Desa Gunturmekar. Sebab, empat bulan lalu, peristiwa serupa sebenarnya sempat terjadi pula di Dusun Ciereng Kidul. Hanya saja, peritiwa sebelumnya itu, memang tidak langsung menyebar luas seperti sekarang.

”Serangan hewan buas seperti ini, sebenarnya sempat terjadi juga sekitar empat bulan lalu di daerah ini. Cuma dulu itu informasinya tidak langsung ramai menyebar seperti sekarang,” katanya.

Dijelaskan Dadang, sebagai langkah antisipasi, pihak desa kini mengeluarkan imbauan kepada warganya supaya bisa tetap tenang dan mengaktifkan kembali ronda malam. Selain itu, ketika ada tanda-tanda serangan hewan buas lagi ke daerahnya, warga bisa langsung bergerak untuk memburunya.

”Saya minta warga jangan panik. Tenang saja, malah untuk mengatisipasinya kita harus lebih giat lagi mengaktifkan ronda malam,” ujarnya.

Dadang menambahkan, domba milik Usin yang diserang hewan buas ada lima ekor. ”Namun yang mati bersimbah darah hanya empat, karena yang satu ekornya lagi berhasil selamat,” paparnya.

Kapolsek Tanjungkerta AKP Aep Suhendi SH menuturkan kematian misterius sejumlah domba milik warga di Kecamatan Tanjungkerta mulai ada titik terang.
Sebelumnya, warga menyangka domba yang mati di dalam kandang disergap sekelompok ajak atau anjing hutan liar. Lokasi perkampungan dan kandang domba berada di sekitar hutan Gunung Datar dan juga Banyuasih ada di lereng Gunung Tampomas.

”Domba yang sedang bunting ini mati dengan luka di leher ditemukan Subuh tadi di Banyuasih. Domba mati dengan luka di bagian leher,” kata Kapolsek di klinik kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Tegalkalong.

Polisi dari Polsek Tanjungkerta membawa satu ekor domba yang mati ke klinik hewan untuk memastikan kematiannya.

”Sebelumnya warga menyangka hewan itu dimangsa ajak atau anjing hutan. Tapi lukanya hanya dibagian leher bekas gigitan saja tubuh yang lain masih utuh. Di Tanjungkerta sudah ada 25 domba mati misterius yang dilaporkan,” kata Kapolsek.

Dia mengatakan menyusul kematian misterius ternak domba itu, pihaknya mengundang pemburu dari Perbakin dan bersama warga melakukan pemburuan ajak.

”Tapi tidak ditemukan dan untuk memastikan domba digigit binatang apa sengaja dibawa ke klinik kesehatan hewan supaya diperiksa,” katanya.

Dikatakan, dari keterangan Kepala Klinik Kesehatan Hewan, drh Mursjid Abdollah dilihat dari bekas luka di leher itu dugaan sementara merupakan gigitan dari macan kumbang. Ada dua luka di leher bekas taring macam kumbang atau macan yang berwarna hitam.

”Kalau gigitan anjing tidak seperti itu tapi lebih koyak dan lebar. Tapi kami belum bisa memastikan secara benar benar,” katanya.

Kedepannya, kata Kapolsek, apabila dalam minggu ini ada kejadian lagi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA Jawa Barat untuk menyelesaikan masalah ini. ”Karena, pihak BKSDA lebih mengetahui terkait ini,” tegasnya. (atp)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.