Malu Pada Istri, Suami Pilih Gandir

Malu Pada Istri, Suami Pilih Gandir

EVAKUASI: Sejumlah warga berusaha menurunkan jenazah Yana yang tewas tergantung di pohon Menteng, Blok Sayuran, Kampung Cihayam, Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, kemarin. (IST)

Peliput/Editor: usep adhiwihanda

Previous Next

CIMALAKA – Warga Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kamis (22/10) sekira pukul 10.30, digegerkan dengan sesosok laki-laki, gantung diri (gandir) di pohon menteng Blok Sayuran, Kampung Cihayam, desa setempat. Korban diketahui bernama Yana (35) bin Sukaya warga RT/RW 01/07 Dusun/Desa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka.

Pertamakali, korban gandir ditemukan Yana (40) warga Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka, yang hendak menyabit rumput di lokasi ditemukannya korban. Pertama kali, saksi Yana, melihat ada sepasang sandal di dekat pohon tersebut. Melihat ke arah atas, malah disajikan seseosok laki-laki tergantung. Seketika, Yana memberitahu warga desa sekitar dan langsung melapor ke pihak kepolisian setempat.

Kapolsek Cimalaka, Kompol H Herno Mardiyanto, membenarkan kejadian tersebut. Ada warga yang melapor menemukan sesosok laki-laki tergantung menggunakan tambang plastik. “Kita dapat laporan ada yang gandir dan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) saat itu juga,” kata kapolsek saat dikonfirmasi Sumeks, kemarin.

Dijelaskan, korban Yana, murni melakukan gandir. Setelah melakukan olah TKP, dibantu tim medis dari Puskesmas Cimalaka, Dr Ira, korban dengan sengaja mengakhiri hidupnya dengan seutas tambang plastik di pohon Menteng. Dari hasil pemeriksaan, korban menjulurkan lidahnya tergigi jari serta kelaminnya mengeluarkan sperma dan mengeluarkan kotoran tanda menahan rasa sakit serta tidak ada bukti kekerasan.

“Hasil TKP tidak ada tanda kekerasan, ini murni disengaja korban untuk mengakhiri hidupnya,” tutur Herno.

Pihak keluarga korban termasuk istrinya, tidak bersedia dilakukan autopsi kepada korban. “Tidak dilakukan autopsi kepada korban, sesuai permintaan pihak keluarga,” bebernya.

Ditanya mengenai sebab akibat korban mengahiri hidupnya, diduga terjadi konflik keluarga. Sebab, sebut kapolsek, ditemukan di saku celana korban ada sebuah handphone (Hp) berisikan pesan singkat dengan istrinya (SMS). Korban meminta maaf kepada sang istri karena sering kali membohongi istrinya.

“Dalam sms terakhirnya Rabu (21/10) ditujukan kepada istrinya, korban meminta maaf,” tukas Herno usai menjalankan tugas bersama anggotanya. (sep)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.