Masalah OTD Kudu Tuntas, Awel: Pemerintah Mesti Proaktif

Peliput/Editor: heri purnama/usep adhiwihanda

BERI TANGGAPAN: Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Agus Welianto Santoso S H, saat diruangan kerjanya. (IST)

DARMARAJA – Banyaknya keluhan dari warga terkena dampak Genangan Waduk Jatigede, mengenai masalah listrik, jalan dan air bersih, mendapat tanggapan dari Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Agus Welianto Santoso S H. Dalam hal ini, Awel sapaan akrabnya, menegaskan, bahwa paska penggenangan, pemerintah Kabupaten Sumedang, harus bergerak cepat menyelesaikan permasalahan OTD.

“Jangan sampai OTD terlantar paska penggenangan, harus tuntas semua, jangan ada yang dirugikan apalagi melahirkan kemiskinan baru,” kata Awel melalui selulernya, kemarin (8/11).
Menurutnya, sangat tidak efektip bila ada warga OTD yang disengsarakan akibat pembangunan mega proyek tersebut. Bahkan pemda sendiri, harus merasa malu bila sampai gara-gara pembangunan itu, malah meningkatnya angka kemiskinan di Sumedang.

“Malu dong, Sumedang yang berperan di proyek Waduk Jatigede ini, untuk menyuburkan wilayah Cirebon, Indramayu dan daerah lainnya, yang berada di hilir bendungan, tapi rakyat Sumedangnya sendiri malah disengsarakan,” ucapnya.

Lanjut Awel, warga OTD yang sudah berpindah harus diperhatikan dari berbagai kebutuhan yang mempersulit OTD di tempat barunya. Seperi kebutuhan listrik, harus ada keringanan untuk OTD. Begitu juga untuk air bersih, sarana pendidikan dan tempat peribadatan.

“Yang jelas, harus diprioritaskan, mengenai air bersih, listrik dan sarana umum yang lainnya,” terangnya.

Awel menambahkan, sekalipun proyek itu proyek nasional, tapi pemerintah kabupaten dan provinsi, harus intens melakukan komunikasi dan minta ketegasan pemerintah pusat. Dan sebagai pemangku keukuasaan di Sumedang, pemda harus cepat tanggap dan proaktif meminta provinsi dan pusat menanganinya.

Sementara itu, menurut informasi tim pengukur elepasi dari satker, yang menginformasikan kepada Sekertaris Desa Cibogo, Kecamatan Darmaraja, Sabidin, bahwa karena hujan sudah kerap mengguyur daerah Kabupaten Garut, maka air sungai Cimanuk sedikit pasang. Oleh sebab itu, kenaikan air waduk meningkat dari 10 centimeter per jam, sampai saat ini 60 centimeter per jam. Bahkan pada Jumat (6/11) air sudah mencapai elepasi, 204,10 dan ketinggian air sudah 40,10 meter.

“Informasi yang masuk pada hari Jumat sudah ada dielepasi 204,10. Itu karena air sudah mulai pasang,” ucapnya. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.