oleh

Masih Banyak Pelanggar, Wabup Kecewa

SUMEDANGEKSPRES.COM – Hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih banyak pengendara yang melanggar tata tertib PSBB. Seperti kendaraan berplat B tak memakai masker, kendaraan bak terbuka duduk tiga orang di depan, dan pengemudi ojek yang masih membawa penumpang.

Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan bersama Kapolres dan Dandim Sumedang, mengecek ke posko Covid-19 di perbatasan Kabupaten Sumedang dan Bandung tepatnya di Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor, kemarin (22/4).

“Saya kecewa kenapa masih banyak warga yang melanggar. Percuma ada posko covid 19 jika kendaraan plat B atau pengendara yang melanggar tidak diberhentikan,” kata Erwan Setiawan kepada wartawan di Jatinangor.

Erwan pun langsung menyekat jalan dengan pembatas jalan karena masih banyak pengendara yang melanggar namun tak berhenti saat dimintai keterangan. Bahkan, Erwan pun turun ke jalan untuk memberhentikan langsung kendaraan yang melanggar.

“Tolong kepada Dishub dan Pol PP, berhentikan saja kendaraan diluar Sumedang terutama Plat B, jika tidak berhenti kejar, percuma ada posko kalau pengendara luar masih bebas masuk Sumedang,” tegasnya.

Erwan pun mengkritisi cek point Jatinangor yang minim penerangan disaat malam. Juga pemasangan reklame aturan PSBB tak terbaca jelas oleh pengendara yang datang dari arah Bandung.

“Coba tolong secermat mungkin mensosialisasikan kepada masyarakat, jangan sampai gara gara tak tahu, masyarakat banyak yang melanggar. Masa masih ada tiga orang duduk di satu shaf mobil,” katanya.

Wabup pun mengintruksikan kepada petugas untuk memberhentikan pelanggar dan menyuruh untuk turun kemudian di cek kesehatannya.

“Jika ada truk atau mobil bak terbuka membawa tiga penumpang didepan, berhentikan dan suruh turun. Tak ada kata toleransi bagi pelanggar aturan PSBB, ini demi Sumedang bebas dari Korona,” ujarnya.

Terpantau Wakil Bupati Erwan Setiawan terjung langsung ke lapangan mengecek kesiapan Check Point perbatasan, nampak Wabup langsung memberhentikan kendaraan yang ber- plat B dan memeriksanya.

Bahkan, tak jarang Erwan memberikan pengarahan tegas kepada petugas yang lelet dalam bekerja.

“Saya yakin penerapan PSBB di Kabupaten Sumedang akan berjalan dengan lancar jika semuanya mematuhi dengan baik. Untuk pos Chek poin sudah bagus hanya penerangan kurang. Mari kita patuhi dan taati aturan PSBB ini agar Sumedang bebas dari Korona,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3 komentar

  1. Asalamualaikum pak Wabup.
    Saya sangat setuju dan mengapresiasi bapak yang sampai terjun langsung ke lapangan akibat petugas yang kurang sigap dan kurang tegas.
    Beri sangsi tegas buat pelanggar psbb demi masyarakat Sumedang dan rakyat negri ini.
    Terimakasih pak Wabup semoga bapak selalu sehat. Aamin

  2. Bapa bupati dan wakil bupati yg terhormat..apa bedanya PSBB dg LOCKDOWN
    Mungkin tidak untuk yg diperkampungan/pedesaan,hingga tarawih dialihkan dirumah,seharusnya dikaji lebih matang untuk wilayah perkampungan tertentu tidak semuanya diberlakukan PSBB.percuma ada POSKO keamanan penanganan COVID kalo diperkampungan disamakan dg titik yg diberlakukan PSBB.coba dikaji ulang,apa dampaknya nanti jangan sampai menjadi bomerang.