Massa Bersatu Untuk Palestina

Peliput/Editor: ASEP NURDIN/SUMEKS

Massa Bersatu Untuk Palestina

AKSI DUKUNGAN: Sejumlah peserta aksi dukungan untuk Palestina saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara (GN) Kabupaten Sumedang, kemarin (20/12).

Gelar Aksi Dukungan

SUMEDANG – Ribuan massa dari berbagai Ormas Islam, berunjuk rasa di depan Gedung Negara (GN) Kabupaten Sumedang, kemarin (20/12). Hal ini, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Kota Suci Al-Quds (Jerusalem) sebagai Ibu Kota Israel, beberapa waktu lalu.

Koordinator aksi, Ustad Dedi Mulyadi mengatakan, sikap Donald Trump merupakan suatu bentuk arogansi politik yang sudah sepantasnya mendapatkan kecaman keras berbagai negara di belahan dunia.

“Pemerintah AS juga mendeklarasikan akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Klaim sepihak AS terhadap Jerusalem merupakan bentuk agresi dan dukungan terhadap penjajahan Israel atas kedaulatan Palestina. Tindakan sepihak itu tentu merupakan suatu pelanggaran atas resolusi Dewan Keamanan PBB,” katanya.

Sesuai amanat pembukaan UUD 1945, pemerintah dan rakyat Indonesia wajib melawan segala bentuk penjajahan di dunia. Maka Forum Solidaritas Masyarakat Sumedang untuk Palestina, yang terdiri dari gabungan lebih dari 50 Ormas di Kabupaten Sumedang menyatakan sikap.

“Kami mengecam keras tindakan Presiden AS yang mengakui Al-Quds (Yerusalem) sebagai Ibu Kota Israel dan akan memindahkan kedutaannya ke kota tersebut,” paparnya.

Selain itu, rencana pemindahan Kedutaan Besar AS ke Al-Quds dan menjadikannya Ibu Kota Israel, akan menambah permasalahan Palestina dan menimbulkan ketegangan serius di kawasan Timur Tengah. “Bahkan mengancam perdamaian dunia,” jelasnya.

Dalam aksinya, Dedi menyerukan seluruh umat Islam untuk bersatu dan merapatkan barisan dan berdoa. Bahkan diajak pula memberikan perhatian serta kepedulian terhadap Negara Palestina dan Masjid Al Aqsha, baik secara moral maupun materil.

Pihaknya juga meminta kepada pemerintahan Indonesia, untuk terlibat aktif mencegah dijadikannya kota suci Al-Quds sebagai Ibu Kota Israel.

“Kepada para pemimpin negara Muslim, mari kita bersatu dan bertindak cepat bagi kemerdekaan bangsa Palestina dengan ibu kotanya kota suci Al-Quds,” ujarnya.

Lebih jauh, pihaknya menyerukan dan mengajak seluruh warga Sumedang pada khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk memboikot produk-produk Israel dan AS.

“Apabila tidak ada respon keras, maka kami tidak akan berhenti untuk terus menggalang massa dan siap mengepung kedutaan besar AS di Jakarta,” sebutnya.

Salah seorang pengunjuk rasa Syaidah Purnama, 25, mengaku kecewa dengan pernyataan Donald Trump. Menurutnya, sikap Presiden Amerika Serikat tersebut merupakan bentuk kejahatan internasional.

“Ini tidak bisa didiamkan. Umat Islam jangan diam, meskipun Palestina bukan negara kita. Tetapi Masjidil Aqsha adalah masjid milik kita umat Islam,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa diwarnai teaterikal yang menggambarkan kekejaman zionis Israel terhadap warga Palestina. Bahkan setelah bergantian orasi di depan Gedung Negara Kabupaten Sumedang, massa melakukan longmarch menuju Alun-alun Tegalkalong Sumedang Utara.

Aksi tersebut, sempat memacetkan sepanjang jalan yang dilalui peserta aksi. Kendati demikian, aksi ini mendapat pengawalan ketat dari Kepolisian Resor Sumedang. (nur)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.