Massa Gelar Aksi Bela Tauhid di Depan GN

Peliput/Editor: ASEP NURDIN

Massa Gelar Aksi Bela Tauhid di Depan GN

BELA TAUHID: Ribuan orang melakukan aksi bela Tauhid di halaman Gedung Negara Kabupaten Sumedang, kemarin. (Foto: ASEP NURDIN/SUMEKS)

KOTA – Upaya mencari keadilan, ribuan orang dari berbagai Ormas Islam, pimpinan pondok pesantren, majelis ta’lim, klub motor dan OKP serta Persatuan Alumni (AP) 212, menggelar aksi bela tauhid di depan Gedung Negara (GN) Kabupaten Sumedang, Minggu (4/11).

Massa meminta, PBNU meminta maaf di hadapan public terkait pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid, pada saat momentum Hari Santri Nasional di  Limbangan, Garut pada (22/10) lalu. Bahkan mereka juga, meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera tersebut.

“Kami minta kepada pemerintah, agar membuat pernyataan resmi bahwa bendera Tauhid bukanlah bendera ormas terlarang,” kata ketua PA 212 Kabupaten Sumedang di sela-sela aksi.

Menurutnya, bendera dengan kalimat Tauhid itu bukan milik HTI, tapi milik seluruh umat Islam. “Cek saja, tidak ada bendera itu terdaftar di Kemenhumkam ataupun Kemendagri,” kata Irwan dengan tegas.

Jika itu dibiarkan, kata dia, dikhawatirkan umat Islam akan semakin mudah di adu domba dengan sesama muslim. “Kami hawatir insiden ini semakin meluas, karena kami menduga pasti ini ada aktor intelektual di balik semua itu,” ucapnya.

Selain menuntut BPNU untuk meminta maaf di depan publik, pihaknya juga menyayangkan sikap NU sebagai penyelenggara HSN yang dinilai diskriminatif terhadap ormas Islam lainnya. “Kita ini saudara sesama muslim, alangkah elegannya jika  dalam momentum HSN, kami semua ikut dilibatkan,” ujarnya.

Bahkan pihaknya meminta  bupati  Sumedang, agar bisa mengayomi dan melindungi seluruh ormas Islam di Sumedang. “Jangan hanya satu ormas saja yang diprioritaskan, kami juga  sama-sama warga Sumedang,” tegasnya. (nur)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.