Masyarakat Pilih Kandidat Bukan Partai

Peliput/Editor: NET/ILUSTRASI

Masyarakat Pilih Kandidat Bukan Partai

DITEMUI: Pakar politik Universitas Padjadjaran Firman Manan saat ditemui wartawan.

PAKAR Politik dan Pemerintahan Universitas Padjajaran (Unpad) Firman Manan menilai, Pemilihan Gubernur Jawa Barat pada Pilkada Serentak tahun 2018 merupakan pertarungan antara kandidat, bukan pertarungan partai.

Firman mencontohkan, pada Pilgub Jabar tahun 2008 dan 2013, kandidat yang diusung oleh Partai Golkar mengalami kekalahan. Padahal waktu itu Golkar merupakan partai pemenang pada pemilu. Artinya, masyarakat lebih melihat sosok atau kandidat dibandingkan dengan partainya.

“Pilgub dan Pilkada biasanya pertarungan kandidat, pemilih lebih melihat kandidat daripada partai apalagi sejarah Golkar yang kita lihat misalnya 2008 dan 2013 Golkar mengalami kekalahan, dia mengusung calon, padahal Golkar partai besar bahkan pemenang pemilu di tahun 2008,” ujar Firman Manan, Selasa (19/12).

Sehingga dalam konteks ini, masyarakat memilih partai A pada pemilu, itu tidak menjamin pilihan tersebut juga jatuh kepada kandidat yang dipilih oleh partai A. Bisa saja lebih memilih kandidat yang tidak diusung oleh partai A.

“Kita sebut ketika pilihan kepada partai itu tidak linear terhadap pilihan kandidat, jadi bisa saja pada saat pileg memilih partai A tetapi ketika Pilkada atau Pilpres pilihannya bukan pada kandidat yang dipilih oleh partai A tersebu,” katanya.

Karena hal tersebut terjadi pada Pilpres 2014, misalnya tahun 2014 ketika PDIP menang di Jawa Barat nomor satu, dan ketika Pilpres mendukung Jokowi dan Jokowi nya kalah oleh Prabowo di Jawa Barat. Itu menunjukan bahwa pemilih Jawa Barat memang tidak melihat semata-mata kepada partai tetapi lebih kepada kandidat. (bon)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.