Mebel Kebakaran, Deni Rugi Rp 100 Juta

Peliput/Editor: Atep Bimo/Usep Adiwihanda

Mebel Kebakaran, Deni Rugi Rp 100 Juta

PADAMKAN API: Warga berusaha memadamkan api yang membakar tempat mebel milik Deni di Dusun Babakan Kondang, Desa Bongkok Kecamatan Paseh. (IST)

PASEH – Deni Ramdani, 35, warga RT 31/RW 08, Dusun Babakan Kondang, Desa Bongkok, Kecamatan Paseh, harus menelan kerugian materi hingga ratusan juta. Pasalnya, tempat mebel miliknya, hangus akibat dilalap si jago merah, Selasa (4/7).

Peristiwa diketahui pertama kali sekitar pukul 15.00. Seluruh tempat mebel semi permanen berukuran 12 x 7 meter beserta isinya, ludes tidak bersisa. Kapolsek Paseh, AKP Atang Sutisna mengatakan, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Namun demikian, api dapat dipadamkan warga sekitar kurang lebih setengah jam dari waktu kejadian pertama kali.

“Warga memadamkan api dengan peralatan seadanya. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan,” ujar Atang di kantornya, kemarin (5/4). Disebutkan Atang, akibat kejadian itu, korban menderita kerugian cukup besar. Seluruh peralatan yang biasa dipakai bekerja untuk mebelnya habis terbakar.

“Kerugian materil yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 100 juta,” tukasnya. Sementara itu, Kepala Desa Bongkok sekaligus paman korban, Endut Muhtar menyebutkan, peristiwa kebakaran hanya berlangsung sebentar, kemungkinan sekitar 15 menit. Keberadaan kayu kayu dan minyak thiner mempercepat menjalarnya api. “Api menjalar dengan begitu cepat. Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Termasuk air dari kolam kolam yang ada di sekitar lokasi kebakaran,” jelasnya.

Dikatakan Endut, barang barang yang berada di dalam mebel itu seluruhnya terbakar. Diantaranya, kusen untuk satu rumah dalam bentuk jadi, mesin traktor, dua kompresor, mesin sirkel, pompa sanyo beserta barang-barang lainnya.

“Selain itu, bangunan juga habus terbakar seluruhnya,” tukasnya. Endut menghimbau, warga diminta selalu waspada akan peristiwa yang tidak dapat diduga seperti kebakaran. “Masyarakat harus saling menjaga lingkungannya dan selalu waspada. Apabila ada kejadian bencana diharapkan segera melapor ke pihak terkait,” pungkasnya. (atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js