Melihat Kesibukan Kawasan Cimalaka di Pagi Hari Kemacetan Lalu Lintas Makanan Sehari-hari

Peliput/Editor: ATEP BIMO ARIO SUTEJO

Melihat Kesibukan Kawasan Cimalaka di Pagi Hari Kemacetan Lalu Lintas Makanan Sehari-hari

SIBUK: Sebuah truk bermuatan pasir dan batu saat melintas di pertigaan Cimalaka, kemarin. Truk pasir dan batu oleh sebagian warga dianggap menjadi penyebab terjadinya kemacetan di wilayah tersebut. (ATEP BIMO ARIO SUTEJO/SUMEDANG EKSPRES)

Kecamatan Cimalaka, merupakan salah satu kecamatan yang dekat dengan Ibu kota Kabupaten Sumedang. Kesibukan, nampak setiap paginya di kecamatan ini. Bagaimana kesibukan warga dan padatnya lalu lintas di pagi hari. Berikut paparannya.

ATEP BIMO ARIO SUTEJO, Cimalaka
SIBUK. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana arus lalu lintas di Cimalaka, saat pagi hari. Keadaan arus lalu lintas, terkadang tersendat akibat adanya kegiatan masyarakat saat pagi menjelang siang.

Pantauan Sumeks, berbagai aktivitas masyarakat sangat terlihat di Cimalaka. Mulai dari warga yang berbelanja di pasar Cimalaka, warga yang berangkat ke tempat pekerjaan, hingga para pelajar yang berangkat ke sekolah.

Kemacetan, sudah menjadi sesuatu yang biasa setiap harinya bagi warga. Tidak hanya di pagi hari, tapi siang hingga sore hari, pun keadaan tersebut selalu tampak.

Menurut warga, keadaan seperti itu diakibatkan banyaknya aktivitas warga di Cimalaka. Salah satunya, akibat adanya aktivitas galian di wilayah Kecamatan Cimalaka.

“Hingga truk-truk selalu lalu lalang melintas di wilayah Kecamatan Cimalaka. Terutama, di wilayah pertigaan. Truk truk tersebut bergerak lambat karena beban yang dibawanya hingga membuat arus lalu lintas tersendat,” kata seorang warga, Obon saat memulai obrolannya dengan Sumeks, Kamis (11/8).

Obon menambahkan, disamping itu, Cimalaka juga dilalui jalur nasional dari arah Bandung ataupun Cirebon. Dua arah tersebut, sangat sibuk dengan kendaraan yang melintas.
“Banyaknya kendaraan yang melintas setiap menitnya juga menjadi salah satu penyebab lain arus lalu lintas menjadi padat,” tambahnya.

Bagi sebagian besar warga, kata dia, kepadatan lalu lintas itu cukup mengganggu. Terutama, keberadaan angkutan truk pasir dan batu yang lalu lalang. Sebutnya, kemacetan tidak seharusnya terjadi di wilayah Cimalaka. “Karena, Cimalaka hanyalah sebuah kota kecil. Tidak pantas apabila terjadi kemacetan seperti yang terjadi di kota-kota besar,” jelasnya.

Obon berharap, keadaan tersebut dapat segera ditanggulangi aparat terkait. Sehingga, wilayah Kecamatan Cimalaka, tidak menjadi macet lagi.

Namun di sisi lain, kata dia, tidak dipungkiri keadaan itu juga dimanfaatkan bagi sebagian warga untuk mencari rezeki. Diantaranya, berdagang aqua pada truk-truk, jasa pengaturan parkir, ataupun warga yang berdagang makanan di pinggir jalan.

Menurutnya, kehidupan sebuah kota di Cimalaka sudah mulai terasa. Keramaian, kemacetan, dan aktivitas warga menjadi cirinya.

“Cimalaka perlahan menjadi sebuah kota, harus dibarengi dengan antisipasi kemacetan yang akan terjadi ke depannya. Semuanya, harus seiring sejalan,” pungkasnya.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.