Melihat Kesigapan Personel Basarnas Jabar Saat Banjir

Melihat Kesigapan Personel Basarnas Jabar Saat Banjir

MENYUSURI PEMUKIMAN: Personel Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat tengah menyusuri pemukiman warga di Kecamatan Baleendah yang terendam banjir.(BASARNAS UNTUK SUMEKS)

PEWARTA: USEP ADHIWIHANDA/SUMEKS

**Selain Evakuasi Warga, Siapkan Lokasi Penampungan

 

Kinerja Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat, saat ini tengah dikuras. Bencana banjir terutama di kawasan Kabupaten Bandung, kian meluas hingga harus melakukan evakuasi warga. Seperti yang terjadi di kawasan langganan banjir, yakni Kecamatan Baleendah. Berikut laporannya.

 

USEP ADHIWIHANDA – Cimanggung,

 

INTENSITAS hujan yang masih tinggi, masih terus menyebabkan bencana alam di mana-mana. Termasuk di wilayah Jawa Barat, yang raman longsor terutama kawasan langganan banjir. Kondisi ini, tentu masih jadi ‘PR’ pemerintah dalam upaya menanggulanginya.

Disamping penanggulangan masalah tersebut, tentunya harus ada yang sigap untuk terjun ke lokasi bencana. Tentunya, memberikan bantuan dan evakuasi bilamana terjadi bencana alam yang parah. Salahsatunya, bencana banjir di sejumlah wilayah.

Hal itu, sering dilakukan Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat yang kantornya terletak di Jalan Bandung-Garut, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung. Basarnas Jawa Barat, menerjukan bantuan untuk membantu proses evakuasi korban Banjir di Kecamatan Baleendah, Rabu (6/3).

Kesigapan Basarnas Jawa Barat, ditunjukan dengan menerjunkan sejumlah petugas untuk membantu dan mengevakuasi korban banjir di wilayah Kabupaten Bandung itu. Dan hingga Kamis (7/3) kemarin, sudah ada beberapa warga yang telah dievakuasi dan berada di Kecamatan Baleendah atau lokasi pengungsian sementara.

“Sejak malam (Rabu 6/3, red) kami evakuasi warga di sana. Kita gunakan alat water rescue, medical kit, dan perahu karet untuk mengevakuasi bayi dan ibu hamil,” ujar Humas Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor.

Menurut Joshua, selain memberikan bantuan dan melakukan evakuasi, tentunya tidak lupa untuk mencari atau menyiapkan lokasi pengungsian. Hal ini juga, menjadi hal penting yang harus dilakukan personelnya. Apalagi, usia dan kondisi warga pengungsi, bermacam-macam. Mulai dari yang tua, tengah sakit bahkan ibu hamil.

Dan meski begitu, dari bantuan yang dilakukan di kawasan Baleedah, hingga pagi kemarin, sebanyak 80 Kepala Keluarga (KK) telah dibawa ke beberapa titik yang dijadikan lokasi pengungsian. “Kita ada beberapa titik pengungsian seperti ke inkanas, ke kantor desa atau rumah saudara korban. Dan jumlah warga yang dievakuasi ini kemungkinan bertambah bila banjir terus meninggi dan meluas,” tambahnya.

Joshua juga menjelaskan kondisi yang banjir yang terjadi. Menurutnya, ketinggian air di wilayah Kabupaten Bandung yang terendam banjir ini, bervariasi. Bahkan, ketinggian air sendiri ada yang mencapai leher orang dewasa. “Semalam itu di Andir ketinggian air itu sepinggang orang dewasa setelah masuk lagi sudah sampai seleher,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, hingga Kamis (7/3) kemarin, banjir yang menerjang Kabupaten Bandung kian meluas. Setelah sebelumnya hanya tiga kecamatan yang biasa tergenang banjir, namun pada saat ini mencapai 10 kecamatan.

“Saat ini banjir tambah besar. Ada di Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, Cicalengka,  Ibun, Cileunyi, Kutawaringin, Kamasan, Majalaya,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Sudrajat.

Sudrajat menjelaskan, banjir yang meluas ini disebabkan oleh tingginya debit air dari kawasan Kota Bandung. Ditambah lagi, masih adanya beberapa sampah ditemukan di saluran air. “Meskipun sudah agak sedikit berkurang (sampah, red) tapi masih ada yang ditemukan,” ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah warga pun terpaksa dievakuasi ke tempat aman. Mereka diantaranya berada di Kecamatan Baleendah 5.271 KK, Kecamatan Dayeuhkolot 3.005 KK, Kecamatan Bojongsoang 2.370 KK, Kecamatan Rancaekek 3.383 KK, Kecamatan Cileunyi 3.373 KK, Kecamatan Majalaya 1.929 KK, Kecamatan Kamasan 2.414 KK, Cicalengka 85 KK, Kecamatan Kutawaringin, 25 KK,Kecamatan Ibun 250 KK. “Kami telah siapkan tempat pengungsian di kecamatan Baleendah dan Andir seperti di Gedung Inkanas,” tuturnya.

Meski begitu, pihaknya dan para penggiat kebencanaan, akan terus memonitoring sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung. Pihaknya masih khawatir, bilamana kembali hujan lebat, kondisi banjir akan lebih parah lagi. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.