Melihat Kesigapan TNI dalam Membantu Warga

Melihat Kesigapan TNI dalam Membantu Warga

EVAKUASI: Babinsa Cimanintin dari Koramil 1012/Wado, Pelda Maman menggendong nek Ayem yang akan menyebrang di lokasi sekitar longsoran, baru baru ini.(ISTIMEWA)

PEWARTA: IGUN GUNAWAN/SUMEKS

**Evakuasi Longsor, Hingga Gendong Nek Ayem

 

TNI makin memanunggalkan kiprahnya bersama masyarakat. Salahsatunya, saat bencana datang bersama komponen lainnya turut serta bahu membahu membantu warga, berikut kutipan kegiatannya.

 

IGUN GUNAWAN – Jatinunggal,

 

SAAT itu tebing setinggi 10 meter dengan lebar 7 meter menimbun jalan penghubung antardesa di Kecamatan Jatinunggal. Otomatis akses jalan ke Desa Cimanintin maupun Cipeundeuy, jadi terputus untuk beberapa saat.

Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, karena kejadiannya pada sore hari sekitar pukul 16.30, Rabu (6/3) lalu. Adalah Babinsa Cimanintin dari Koramil 1012/Wado, Pelda Maman, turun serta ke lokasi kejadian.

Tak hanya membantu proses pembersihan material longsor yang menutup hampir 90 persen bahu jalan, tapi juga Pelda Maman, menunjukkan empatinya. Pada saat itu, dia melihat seorang nenek yang terlihat kesulitan untuk melintas lokasi kejadian, yang dipenuhi lumpur.

Nenek yang kemudian di ketahui bernama, Ayem, itu pun dicoba didekati. Ternyata perempuan berusia 70 tahun itu akan menyebrang jalan, sayangnya lokasi masih tertutup longsoran berupa lumpur tanah yang bisa membahayakan.

Dengan sigma Pelda Maman, menggendong Nek Ayem agar dapat melintasi lokas lumpur yang panjangnya hampir 200 meter itu. Momen humanis itu banyak diabadikan para jurnalis yang kebetulan berada di lokasi kejadian.

“Nenek itu bilang mau ke kebun dan melewati kerumunan kita yang sedang kerja bakti membersihkan lumpur di lokasi longsor,” ungkap Pelda Maman saat itu.

Dengan penuh kasih sayang dia mengampiri nenek tua itu, dan menawarkan untuk menggendongnya. Meski sedikit malu, namun akhirnya si Nenek menerima tawaran itu untuk digendong melintasi lokasi berbahaya. Pelda Maman, dengan sumringah lantas menggendong nenek itu agar dapat melintas lokasi kejadian dengan aman.

Dikatakan Pelda Maman, selama perjalanan Nenek Ayem bercerita banyak jika dirinya memang setiap hari melintasi lokasi itu untuk menuju ke kebun miliknya. “Jarak dari rumahnya memang tak terlalu jauh hanya 200 meter, namun karena lokasinya saja saat itu tertutup longsor,” ungkapnya.

Nenek berusia 70 tahun itu menanam jagung dan cabe di kebunnya. Kemudian, pada saat pulang dia dimanfaatkan dirinya dengan membawa kayu bakar. “Itu dilakukan setiap hari, kalau pulang nenek itu membawa suluh. Dia masih kelihatan cukup kuat untuk melakukan itu,” terang Pelda Maman.

Pada hari itu, saat dirinya akan kembali melakukan aktivitas rutin. Nek Ayem mengaku kaget karena jalan yang akan dilintasinya ternyata tertutup lumpur. Bahkan dikatakan Nek Ayem, dia tak mengetahui sama sekali jika bencana longsor kembali terjadi.

“Muhun teu uninga. Terang-terang, ayeuna waktos bade angkat ka kebon (Iya tidak tahu, tahu jalan longsor hari ini ketika mau berangkat ke kebun),” ujar Nenek itu seperti dikatakan kembali Pelda Maman.

Menurut Pelda Maman, apa yang dilakukaknnya merupakan sebuah bentuk pengabdian sebagai Babinsa. “Sebagai anggota TNI, yang harus siap sedia, dan ada ketika warga membutuhkan. Jadi saya senang telah dapat membantu nenek itu,” pungkasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.