Memiliki Banyak Khasiat dan Nilai Ekonomis Tinggi

Memiliki Banyak Khasiat dan Nilai Ekonomis Tinggi

PANEN OKRA: Proses pemanenan buah okra dengan cara digunting seperti terlihat di Blok Pasirtugaran, Desa Karangpakuan, Kecamatan Jatigede. (IGUN GUNAWAN/SUMEKS)

PEWARTA: IGUN GUNAWAN/SUMEKS

**Melihat Budidaya Tanaman Okra di Pasirtugaran Darmaraja

Tak hanya baik untuk kesehatan karena kandungan serat, vitamin dan mineral yang terdapat pada tanaman okra (Abelmoschus esculentus, L) mampu menyembuhkan penyakit. Tanaman ini pun bernilai ekonomis tinggi, bahkan bisa dibudidayakan di wilayah Jatigede. Berikut Liputannya.

 

IGUN GUNAWAN – Darmaraja,

 

PAGI itu saya mendapat telepon aka nada pemanenan okra di Padepokan Putrawisesa, Blok Pasirtugaran, Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja. Tanaman khas Afrika dan popular di Jepang ternyata juga mampu tumbuh dengan baik di pesisir pantai Jatigede.

Dari pusat Kecamatan Darmaraja menuju ke Pasirtugaran tidak begitu jauh, hanya memakan waktu Antara 10-20 menit perjalanan dengan mengendarai roda dua. Angga Firmansyah dan istrinya, menghentikan menggunting buah okra yang tingginya sudah lebih dari 2 meter.

”Ini panen yang terakhir, dua hari kemarin baru saja panen,” ujar Angga yang juga owner dari Padepokan Putrawisesa pada Sumeks saat itu.

Ada dua jenis tanaman okra yang dibudidayakan di Pasirtugaran, yakni okra merah dan hijau. Disebutkan Angga, okra merah justru memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Salahsatu yang popular dikatakan dia, yakni mampu menurunkan kadar gula pada mereka penderita diabetes. Belum lagi, okra merah juga bisa bermanfaat untuk menyembuhkan darah tinggi, dan bagus untuk pencernaan.

”Ini (sambil menunjukkan batang okra merah yang sudah tua). Berhasiat untuk menyembutkan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar gula pada penderita diabetes, dan bagus untuk pencernaan,” jelasnya.

Meski khasiatnya terbilang banyak manfaatnya, namun terkadang banyak juga yang enggan mengonsumsinya. Hal itu lantaran teksturnya yang cenderung berlendir dan lengket, terutama ketika dipanaskan.

Padahal, dibalik bentuk fisiknya yang kurang memikat banyak kandungan terpendam di dalamnya. Dikutif dari alodokter.com, okra mengandung potensi yang baik untuk kesehatan tubuh. Hal ini karena okra mengandung berbagai macam mineral, seperti kalium, magnesium, tembaga, seng, fosfor dan kalsium. Juga mengandung berbagai jenis vitamin, mulai dari vitamin A, B, C, hingga vitamin K.

“Bisa dibuat sayuran, tapi kalau sayuran kan khasiatnya pasti hilang karena proses pemanasan. Jadi kalau untuk obat, okra yang sudah hampir tua ini. Ambil 3 atau 4 buah okra, dirajang tipis, direndam dalam 2 gelas air, lalu masukkan di kulkas selama kira-kira 3 (tiga) jam. Hasil dari rendaman ini airnya menjadi berlendir. Selanjutnya diminum airnya saja, baik untuk diminum setelah makan. Setelah airnya habis diminum, tambah 2 gelas air lagi. Hasil rendaman kedua ini lendirnya tambah kental. Sejuk dingin rasanya, untuk minuman se hari-hari. Irisan okra ini dapat direndam sampai 3 kali,” ungkapnya.

Selain khasiatnya yang banyak, ternyata okra memiliki nilai ekonomis tinggi. Dikatakan Dede, permintaan okra banyak dari luar daerah, terutama bagi mereka yang telah mengetahui khasiatnya. “Sementara saya pasarkan di sini dan melalui media sosial serta jualan secara online,” ungkap Dede yang baru pengantin baru itu.

Harga biji okra terbilang murah hanya Rp 8 ribu. Waktu panennya pun terbilang cepat, sehingga perputaran modal bisa dengan cepat kembali. Hanya memerlukan waktu selama 60 hari, dan dapat dipanen secara berulang.

Harga jual okra segar dipasaran bervariasi antara Rp 15.000-25.000. Melihat pola penanaman yang dapat ditumpang sari, okra tampaknya bisa dibudidayakan masyarakat pesisir bendungan Jatigede. Apalagi banyak lahan terutama di area greenbelt yang belum dimanfaatkan secara optimal, tentu saja harus dengan persetujuan otoritas Jatigede.

Sepintas tanaman ini bentuknya panjang dan runcing pada bagian ujungnya, mirip cabe hijau besar. Namun disekiling kulitnya terdapat bulu-bulu halus. Okra muda berwarna hijau. Okra memiliki biji berukuran kecil yang menempel di dinding buah. Tekstur yang dimiliki oleh okra hampir mirip dengan terong, jika dimasak rasanya renyah dan berlendir.

Berdasarkan data dari 8villages.com, okra bakal tumbuh baik pada ketinggian 600-800 mdpl, dengan rata-rata curah hujan 1700-3000 mm/tahun. Okra membutuhkan sinar matahari secara penuh dan menghendaki suhu udara rata-rata 24-28 0C. pH ideal agar tanaman okra mampu tumbuh dengan optimal adalah 5,5-7,0 (netral). Tanah yang berpasir hingga tanah lempung serta mengandung banyak bahan organik akan sangat cocok jika ditanami okra. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.