oleh

Menelusuri Penyebaran HIV/AIDS di Sumedang; Miris, Komunitas Gay Diduga sebagai Penyebar Virus

JUMLAH penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Sumedang terbilang cukup signifikan. Dari tahun ke tahun, angkanya bertambah. Tak hanya kaum hawa, penyakit mematikan ini menyerang laki-laki bahkan penyuka sesama jenis. Telisik demi telisik, penyebar paling potensial adalah kaum gay atau lelaki penyuka lelaki. Berikut penelusurannya.

ASEP HERDIANA, Kota

Fantastis. Begitulah kira-kira ungkapan yang tepat disematkan kepada Kabupaten Sumedang. Meski daerah kecil yang jauh dari kota metropolitan, namun Sumedang terindikasi penderita HIV/AIDS cukup potensial. Penderita HIV/AIDS di Sumedang hingga tahun 2016 didominasi kaum lelaki. Bukan hanya lelaki tulen, tetapi banyak juga ditemukan pada kasusu lelaki penyuka sejenis alias homo.

Selanjutnya diikuti ibu rumah tangga, perempuan pekerja seks, waria dan pria pekerja seks. Penularan HIV/AIDS melalui penyimpangan seks lelaki suka lelaki ini cukup dikhawatirkan karena mereka juga dapat menularkan kepada lawan jenis.

Jika ditelisik lebih jauh, Pelaku Gay bertambah 10 kali lipat dalam waktu tiga tahun. Tahun 2012 terdapat 466 pelaku gay di Sumedang dan tiga tahun kemudian atau pada 2015 bertambah menjadi 4.817 orang. Gay termasuk salah satu komunitas LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) yang kini sedang berusaha untuk mencari legalitas perilakunya.

Pertambahan jumlah gay diketahui berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumedang pada  Oktober 2015 lalu. Pemetaan bertujuan mengetahui jumlah dan sebaran populasi kunci (pelaku LGBT) secara geografis. Dan mengidentifikasi situasi sosial yang meliputi peran pemangku kepentingan dalam penciptaan lingkungan kondusif, kegiatan komunikasi perubahan perilaku sertam engidentifikasi ketersediaan kondom dan ketersediaan layanan dan akses penasun ke layanan.

Jumlah gay atau yang disebut juga Lelaki Sex Lelaki (LSL) sempat diestimasi sejumlah 1.924 orang pada than 2009. Pada tahun 2012 estimasi LSL bertambah 5.996 orang. Namun berdasarkan hasil pemataan pada tahun 2012 terdapat 466 orang dan bertambah 10 kali lipat menjadi 4.817 orang.

“Estimasinya sudah banyak sejak 2009 lalu namun hasil pemetaan pada tahun 2012 jumlahnya sedikit karena komunitas ini belum terbuka di Sumedang,” kata Program Officer KPA Sumedang Tita Anarita, saat dikonfirmasi.

Komunitas ini baru menampakkan diri di sejumlah wilayah perkotaan di Sumedang, terutama di Jatinangor. Namun para pengikutnya sebagian besar adalah masyarakat nomaden seperti mahasiswa. Sekian tahun komunitas ini bertambah pengikutnya dengan pertambahan yang signifikan dan berasal dari penduduk asli.

“Sebaran populasi kunci di setiap kecamatan ada,” ujar Tita.

Sementara, jumlah hotspot atau lokasi yang dipergunakan untuk nongkrong dan melakukan sejumlah transaksi seks oleh para pelaku gay ini terdapat sebanyak 41 lokasi dari sebelumnya hanya ada 3 lokasi saja berdasarkan hasil pemetaan tahun 2012.

Seiring dengan semakin banyaknya pelaku gay, maka mereka juga berkumpul membentuk sebuah organisasi atau wadah perkumpulan.

“Ada banyak organsisasi gay di Sumedang yaitu sekitar 7 macam organisasi,” kata IR (23), salah satu pelaku gay.

IR sendiri mengaku tidak ingin menambah lagi pelaku gay. Oleh karenanya, ia bersama organisasinya akan memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan informasi tetang bagaimana agar terhindari dari LGBT.

LGBT diikuti oleh laki-laki dan perempuan sejak usia 13 tahun. Untuk pelaku gay biasanya mereka menjadi korban pelecehan seks dari laki-laki dewasa.

Selain pelaku gay, komunitas yang masuk dalam LGBT juga terdapat kalangan waria.
Berdasarkan hasil pemetaan 2015, terdapat 141 orang waria dari jumlah sebelumnya 42 orang saja di tahun 2012. Namun, estimasi yang ditetapkan lebih besar yaitu sebanyak 154 orang pada tahun 2009 dan sebanyak 65 orang pada tahun. 

Pencegahan HIV/AIDS melalui hubungan seks ini dapat dilakukan dengan pendidikan, penyuluhan yang intensif yang ditujukan pada perubahan cara hidup dan perilaku seksual, serta bahayanya AIDS dari usia remaja sampai usia tua.

Menurut UNAIDS, HIV lebih sering ditemukan diantara pria gay dan biseksual dibandingkan orang dewasa normal pada umumnya. Di Amerika Utara, diperkirakan 15 persen dari pria gay dan biseksual telah terjangkit AIDS. Sementara presentasi tertinggi adalah di negara Karibia, yaitu hampir 25 persen pria gay dan biseksual telah terjangkit AIDS. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed