oleh

Mengaji Jangan Kalah dengan Medsos

KOTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Dra Hj Lilis Santika mengatakan, pendidikan keagamaan merupakan tanggung jawab yang harus dipikul secara bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Karena menurutnya, pendidikan agama merupakan satu fondasi yang harus tertanam kuat pada diri manusia agar memiliki budi pekerti yang mulia.

“Pendidikan agama khususnya di era Medsos ini, mungkin berbeda dengan zaman kita dahulu. Anak-anak sekarang, lebih tertarik bermain gadget dari pada belajar mengaji,” katanya saat dijumpai Sumeks pada sebuah acara, Rabu (28/3).

Dia pun tidak menampik jika perkembangan teknologi tidak bisa dibendung. Namun perkembangan teknologi memaksa kita untuk larut didalamnya.

Namun yang jelas, kata dia, dengan berkembangnya kemajuan zaman, lantas bukan berarti harus meninggalkan pendidikan agama seperti belajar mengaji.

“Memang sangat sulit untuk menata anak-anak muda itu,” katanya.
Untuk memicu agar anak-anak mau belajar agama, Lilis berpendapat, bagaimana caranya agar pondok pesantren menjadi rumah kedua mereka.

“Bahkan kedepannya, kita canangkan sekolah-sekolah yang berbasis pesantren,” ujarnya.
Dengan konsep sekolah berbasis pesantren, kata dia, diharapkan bukan ilmu pengetahuan umum saja yang mereka kuasai, tetapi ilmu agama pun akan terserap.

“Lebih dari itu peran orang tua pun sangat menentukan. Bagaimana caranya para orang tua dapat menjadikan rumah sebagai madrasah. Al baiti madrosatun ula, bahwa rumah itu adalah madrasah pertama bagi anak-anak,” ucapnya.

Terutama ibu yang paling banyak waktu untuk hadir bersama anak-anak. Bagaimana seorang ibu bisa mengarahkan anak-anaknya menuju waladun solihun (anak yang saleh).

“Artinya, bukan melarang gadget itu sendiri, tapi harus ada keseimbangan,” katanya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed