Mengenal Bank Sampah Hegar Mandiri Asal Desa Cibeureuyeuh

Mengenal Bank Sampah Hegar Mandiri Asal Desa Cibeureuyeuh

KREATIF: Ketua Bank Sampah Hegar Mandiri, Iis atau yang sering disapa Iroh bersama anggotanya di stand Pameran Unggulan Kerajinan Dekranasda, belum lama ini. (IIS SULASTRI/SUMEKS)

PEWARTA: IIS SULASTRI/SUMEKS

Sulap Limbah Kertas Jadi Pundi Rupiah

Karena kreatif, hal apapun dapat berubah menjadi sebuah nilai berharga. Seperti yang dilakukan Bank Sampah Hegar Mandiri di Dusun Cidempet Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang. Berbahan limbah kertas, di tangan anggotanya yang kreatif dapat berubah menjadi pundi rupiah.

IIS SULASTRI, Kota

BERAWAL dari kurangnya kesadaran terhadap sampah, memunculkan ide kreatif dari ibu-ibu di Dusun Cidempet Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang, dalam memanfaatkan limbah kertas. Bernama Bank Sampah Hegar Mandiri, ini telah menciptakan berbagai kreasi dan kerajinan berbahan kertas.

“Awalnya sih dari kesadaran tentang sampah yang kurang. Terus, daripada berkumpul untuk ngobrol atau ngerumpi tidak jelas, akhirnya kami membuat kerajinan dengan bahan kertas. Selain itu awal idenya ini dari kakak,” ungkap Ketua Hegar Mandiri, Iis saat ditemui Sumeks di stand Pameran Unggulan Kerajinan Dekranasda, belum lama ini.

Kerajinan yang diciptakan, di antaranya gantungan kunci yang berbentuk tahu Sumedang, tempe, cireng dan lain-lain, tempat minum, tatakan gelas, tempat tisu, topi dan sebagainya. Kerajinan berbahan dasar kertas tersebut, dihargai mulai dari Rp 5.000.

Diakui Iis bahwa kreasi-kreasi yang diciptakan dari limbah kertas tersebut telah menambah pemasukan untuk kebutuhan dapur ibu-ibu anggota Hegar Mandiri. “Yah lumayan lah untuk menambah bahan dapur, untuk membeli kopi,” timpal Iis yang lebih dikenal sebagai Iroh di bank sampah.

Adapun kendala yang disampaikan Sekretaris Hegar Mandiri, Ina, yaitu dari segi modal usaha yang masih terbatas. “Rencana sih banyak, namun pengerjaan ini semua kan intinya dari modal, karena untuk modal kami sendiri, sehingga kami berusaha untuk kemajuan kedepannya,” ungkap Ina.

Setiap harinya, ibu-ibu Hegar Mandiri ini, pun berkumpul di rumah ketua untuk mengembangkan usaha kreasi dan kerajinan berbahan kertas tersebut. Mereka siap menampung limbah kertas yang tidak diperlukan oleh masyarakat setempat.

“Harapannya, kedepan bisa lebih sukses lagi pemasarannya,” ujarnya dalam menyampaikan harapan Hegar Mandiri kedepan.

Selain itu, ibu Kuwu yang ikut mendampingi Hegar Mandiri menyampaikan harapannya terhadap usaha dari limbah kertas tersebut. “Kalau misalnya bisa meningkat, itukan bisa membuka peluang tenaga kerja dan juga meningkatkan kesejahteraan,” tuturnya.

Selain itu, kreasi lain yang tidak kalah menarik adalah Tiara Shop Paper. Yaitu menyediakan pembuatan paper flower backdrop, kado box bunga dan buket. Bekerjasama dengan Hegar Mandiri, Tiara ikut memberdayakan ibu-ibu dalam berkreasi membuat hiasan untuk acara-acara seperti lamaran atau pernikahan.

“Untuk kreasi ini harga termurah dimulai dari seribu rupiah. Kami membuat kreasi buket bunga untuk acara lamaran atau pernikahan,” ujar Tiara selaku produsen Tiara Shop Paper. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.