Mengenal Djuang Septa Khalida Musisi Asal Kecamatan Tanjungsari

Peliput/Editor: ERWIN MINTARA/JOB SUMEKS

Mengenal Djuang Septa Khalida Musisi Asal Kecamatan Tanjungsari

LANTUNKAN KARYA: Djuang Septa Khalida saat melantunkan karyanya, beberapa waktu lalu.(ERWIN/JOB SUMEKS)

Previous Next

Bernama Panggung Katadjoeang, Pernah Tour Lintas RW

Katadjoeang. Mungkin kata ini seperti perkataan dalam Bahasa Sunda. Namun, Katadjoeang rupanya merupakan sebuah project penunjang karya-karya seni. Yakni, setiap karya yang dibuat musisi Djuang Septa Khalida asal Tanjungsari. Berikut catatannya.

ERWIN, Tanjungsari
KATADJOEANG, merupakan project penunjang karya-karya Djuang Septa Khalida sekaligus nama panggung. Sebelum nama tersebut lahir memakai nama asli untuk kebutuhan flyer atau biasa disebut pamplet.

“Kenapa nama asli tidak dipakai lagi, karena nama asli terlalu sakral ceuk Sunda namah. Sudah dibubur bereum jeung bubur bodas, tanggung jawabnya besar, akhirnya nama Katadjoeang lahir,” jelasnya Djuang Septa Khalida.

Djuang menjelaskan, sebenarnya nama Katadjoeang lahir tidak maksud mengklaim kata-kata bijak yang sudah lahir sebelumnya. Akan tetapi, nama Katadjoeang ini hanya meminjam kata-kata beijak lalu ditempa dan di improvisasi sesuai dengan mumet dikepala.
Pemuda asal Tanjungsari ini, pun sudah membuat album yang bertajuk “Untuk Bapak Bangsa”. Isinya ada sembilan buah maha karya. Yaitu, Aku, Bersamamu Kawan, Kisah Pak Ronda, Dalam Alam, Anjing, Tanda Tanya, Pulang dan TenangLah (feat Yefta Richael).

“Album Untuk Bapak Bangsa ini baru Release diplatfrom digital, seperti Itunes, Aple Music, Joox, spootify, deezer dan semua platfrom digital lainnya,” ucapnya.

Pemuda berambut gondrong itu menambahkan, bahwa dirinya dalam waktu dekat akan merelease albumnya. “Insya Allah saya akan merelease album secara releasean fisik (cd dan Kaset pita) tapi tidak banyak hanya sejumlah 50 sampai 100 saja,” ujarnya.
Hal yang unik dan berbeda dengan musisi lainnya, Katadjoeang ini melaksanakan Closesing Ngabubuist Tour lintas RW di Kecamatan Tanjungsari. Dan jumlah RW yang disinggahi itu sebanyak 17 RW.

“Saya menggelar tour lintas RW se-Kecamatan Tanjungsari. Tour lintas RW ini dilaksanakan pada bulan Ramadan lalu. Tour lintas RW kamarin dilaksanakan pada 20 Mei sampai 7 Juni. Bahwa tujuannya dilaksanakan tour lintas RW ini tidak lain tidak bukan hanya untuk menghibur masyarakat Tanjungsari,” tuturnya.

Djuang Septa Khalida, pun berharap agar karya-karya dari Katadjoeang bisa membumi di lapisan kalangan masyarakat luas.
“Saya juga berterimakasih kepada komunitas Pojok Seni, Senjakalapustaka, Ruang Sesisi, JAS, Rancaekek Unite, Nolana, Kudhil.co, Masterpiecemovement, Crowstudio, Zbarber, Barberskill, Lisescitraresmi, SawadenArt, Anchestor dan Astkdmerch,” tukasnya. (**)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.