Mengenal Lebih Dekat Adi Aprian Nugraha Atlet Motor Cross Asal Sumedang

Mengenal Lebih Dekat Adi Aprian Nugraha Atlet Motor Cross Asal Sumedang

JUARA NASIONAL: Adi Aprian Nugraha Atlet Motor Cross Asal Sumedang foto dengan motornya, kemarin.(IMAN NURMAN/SUMEKS)

PEWARTA: IMAN NURMAN/SUMEKS

Previous Next

Juara Nasional, Meski Tidak Diperhatikan Pemkab

Siapa yang tidak kenal Nama Adi Aprian Nugraha. Pria kelahiran Sumedang 31 tahun silam ini atlet motor cross nasional. Namun karena kurang diperhatikan Pemkab Sumedang sehingga eksistensinya kurang dikenal. Berikut liputannya.

IMAN NURMAN, Tanjungsari

TAK hanya dikenal di Sumedang namun karirnya cukup melesat di kancah nasional maupun internasional. Ya, pria yang meniti karir sejak 1999 di dunia otomotif membuahkan hasil.

Anak pasangan H Danu dan Hj Yoyoh ini memang banyak menorehkan hasil gemilang di ajang kompetisi balap motor cross dunia dan nasional.

Pria yang kini tinggal di Dusun Cibogo Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari ini memang jadi ikon atlet motor cross di nusantara.

“Mulai karir di dunia balap gestrek tahun 1999. Ternyata bakat saya di motor cross. Baru pada tahun 2000 pake motor special engine dan berhasil jadi juara pertama tingkat nasional,” kata Adi saat berbincang dengan Sumeks, kemarin (5/7).

Pria dua anak ini menambahkan prestasi terus melejit pada 2001 kelas 85 CC dan berhasil menjadi juara pertama. Kemudian penghargaan dari Suzuki Penzoil sampai tahun 2002. Tak cukup sampai disitu pada 2003 naik ke grate B kelas 125 cc dan menjadi Juara Nasional pertama.

Lalu pada tahun 2004 juara 6 kelas 125 cc Grate A nasional. Masih ditahun yang sama, dia mencoba menjajal Sirkuit Guam Amerika pada ajang kejuaraan antar negara dan berhasil menjadi juara 7 mewakili Indonesia.

“Ya itu prestasi yang paling saya banggakan bisa mewakili Indonesia di ajang Internasional. Apalagi di Amerika,” katanya.
Tak cukup sampai disitu membawa bendera Indonesia, Adi pun berhasil menjadi juara ke tiga pada tahun 2007 di ajang antar negara di Beijing Cina.

“Dari Indonesia perwakilannya hanya dua, Jabar dan Lombok. Saya mewakili Jabar dan berhasil jadi juara 3,” ujarnya.

Tak puas dengan kelas 125 cc, dia mencoba naik grate ke kelas 250cc kelas paling bergengsi tingkat dunia. Dan prestasinya pada 2008 juara kelas 250cc Grate A nasional. Dan menjadi juara 1 se Asia di Filipina.

“Masih di Tahun 2008 juara 10 di Australia. Bahkan saya 1 tahun di Australia untuk belajar dan kompetisi. Kemudian di Thailand juara 6 masih kelas 250 cc kelas paling bergengsi,” katanya.

Bahkan penghargaan yang menjadi sejarah bagi atlet atlet di dunia yakni dia mendapat Penghargaan dari Australia The Craig Anderson Award.

“Penghargaan juga dari Series Gudang Garam Motorcross Indonesia Champ 2008. Poin rangking kelas SE 125 Cc,” tuturnya.

Meski sempat vakum pada 2009 karena cedera. Tetapi prestasinya tak ikut vakum. Kini dia membuka kursus sepeda motor cross bernama Training and development of motor cross di Desa Raharja. Bahkan kini muridnya sudah puluhan dan menjadi atlet motor cross.

“Meski sempat vakum tapi pada 2012 jadi juara tiga lagi tingkat nasional. Ya sekarang bukan prestasi yang dituju tapi hobi,” kata peraih penghargaan Atlet Terbaik Tahun 2008 Versi Majalah Otto Spor.

“Motivasinya masuk ke dunia motor cross dari Kaka (Iwan Hermawan yang juga atlet motor cross) kemudian iseng iseng. Ternyata keliatan bakatnya sejak usia 10 tahun.

Dia berharap, atlet-atlet olahraga diperhatikan. Jangan seperti dirinya yang tidak diperhatikan bahkan tidak diakui Pemkab Sumedang.

“Waktu jaman pak Don Murdono aja dapat penghargaan kepada kakak saya Iwan senilai Rp10 juta. Pemerintahan sekarang mah belum, ” katanya.

Yang mencengangkan, katanya, justru Kabupaten Subang yang mengakui dirinya dan mendapat Suport dari Bupati Subang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.