Mengenal Pahraz Sang Rider BMX dan Downhill Asal Rancamulya

Mengenal Pahraz Sang Rider BMX dan Downhill Asal Rancamulya

BERPRESTASI: Pahraz Pahraz Salman Al Farisi menunjukkan piala dari hasil penampilannya sebagai altet sepeda.

PEWARTA: ASEP HERDIANA/SUMEKS

Masih Muda Tampil Gemilang di Kancah Internasional

Sebagai rider BMX dan Downhill, tentunya butuh ketekunan berlatih. Dengan begitu, raihan prestasi dapat diraih. Seperti atlet dari tanah Sumedang Pahraz Salman Al Farisi. Meski masih sekolah, Pahraz mampu tampil gemilang tanpa meninggalkan belajar.

ASEP HERDIANA, Kota

SUMEDANG sebagai tanah kelahiran Pahraz, menjadi kabupaten pertamanya dalam menekuni hobinya sebagai rider BMX dan Downhill. Anak muda yang lahir pada 22 Juli tahun 2000 ini, kini biasa disebut rider BMX Profesional.

Tinggal di Sumedang dengan banyak pergaulan dengan altet sepeda lainnya, membuat Pahraz termotivasi untuk mempelajari skill dan menekuni olahraga ini dengan serius. Sehingga dirinya, mampu menorehkan banyak prestasi dan membawa harum nama Sumedang.

“Dari kecil banyak teman yang juga hobi main sepeda. Dan dari situ mulai menekuni secara serius,” ungkap Pahraz saat ditemui di kediamannya, kemarin (15/11).

Di usia yang masih terbilang muda, Pahraz yang kini tinggal di Dusun Andir Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara ini, sudah menorehkan banyak prestasi. Tak tanggung-tanggung, prestasi yang diraihnya mulai dari skala loka, nasional, hingga internasional.

Di kelas nasional, Pahraz yang tercatat sebagai siswa kelas XII B SMAN 2 Sumedang ini, pernah menjuarai IDH 76 Downhill Seris 2017 Kelas Junior Open. Tak hanya itu, Kejuaraan Internasional Mountain Bike 2017 di Lubuk Linggau, dia meraih podium pertama.

“Pernah juara III junior BMX Internasional UCI di Banyuwangi, di Jogja YC BMX Championship Juara II Junior, dan di Siak BMX Championship Internasional UCI CI juara I Junior,” terangnya.

Pada kancah internasional, anak dari pasangan Dedi Karnawan dan Ai Sumiati ini, prestasinya tak kalah mentereng. Bahkan bisa disebut luar biasa. Pahraz yang baru berusia 17 tahun ini, pun pernah menjuarai Asian Cup Downhil juara I Junior pada tahun 2015. Kemudian menjuarai Asian Pasific Downhill Championship juara II junior. Yang paling mentereng, yakni Juara BMX Thailand Championship di tahun 2016 yang berhasil naik podium juara ke II Junior dan Crankwork Rotarva Downhill Championship di New Zeeland juara IV Junior.

“Yang paling mengesankan yang juara di Thailand sama di Selandia Baru. Itu sangat berkesan sekali, karena bersaing dengan pembalap yang sudah sangat hebat sekali,” ungkapnya.

Selain sibuk sebagai atlet, Pahraz juga tidak lupa untuk membagi waktu antara belajar dan latihan. Dan dari hasil latihan yang rutin, membuatnya menjadi terbiasa pada saat melewati rintangan di kompetisi di berbagai kejuaraan.

Menurut Pahraz, perkembangan olahraga sepeda di Indonesia, sudah lumayan pesat dibandingkan dahulu. Bila dahulu belum banyak yang tahu Downhill dan BMX, tapi sekarang sudah banyak komunitasnya di kota-kota besar.

Dirinya pun mengaku, bila di kotanya ini belum ada tempat latihan BMX yang resmi dibangun oleh pemerintah.

“Padahal di sini banyak atlet sepeda berprestasi. harapanya ada tempat latihan yang bagus dan berkualitas,” ungkapnya.

Sementara itu sebagai orang tua, Dedi berharap pemerintah bisa memfasilitasi para atlet untuk berlatih menuju porda. Selain itu, proses kegiatan belajar di sekolah juga dimudahkan oleh sekolah.

“Intinya, kami berharap ada pembinaan yang lebih intensif dari pemkab,” harapnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.