Menu
Categories
Mengenal Ponpes Al Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta
7 Juli 2017 Sumedang Raya

PONPES Al Hikamussalafiyyah didirikan dan dipimpin oleh Al-Mukarram KH Mohammad Aliyuddin. Pontren ini terus berkembang dan senantiasa teguh dalam pelayanan pendidikan keagamaan. Selain itu, terus menghasilkan santri-santri dan alumni yang berkhidmat di masyarakat.‬

Secara geografis Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah terletak di sebelah barat Kantor Pemkab Sumedang. Jaraknya kurang lebih 12 km dari pusat kota Sumedang. Tepatnya, berlokasi di Jalan Sukamantri Nomor 85, RT 03, RW 04 Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang. Terakhir, pesantren itu  dikenal juga dengan sebutan Pesantren Sukamantri. 

Secara umum penyelenggaraan pendidikan di PPHS mempunyai visi dan misi yang terstruktur. Visinya yaitu terbentuknya generasi yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlak karimah, berjiwa qur’ani, bertaqwa dan berwawasan global. 

Adapun misinya yaitu mendidik santri untuk memiliki kecakapan dalam ilmu sosial, ilmu pasti dan ilmu agama Islam. Serta, menanamkan nilai-nilai agama Islam secara baik dan benar. Sehingga, tertanam secara mendalam dalam pribadi dan tercermin dalam sikap akhlaqul karimah.

Disamping itu, Ponpes ini juga mempunyai misi untuk menanamkan dan melestarikan Al-Qur’an. Baik hafalan, pemahaman maupun pengamalan sehingga selalu dapat mengikuti dan menyikapi perkembangan zaman‬
Pemimpin pesantren, KH. Mohammad Aliyuddin menuturkan,  pada awalnya di pesantren ini hanya memiliki program pengajian Islam klasik (kitab kuning).
Tempat mengajinya belum memiliki lokal kelas tapi hanya di mushola. Para santri pun  tidur di mushola. Karena awal berdiri pesantren belum ada kobong/asrama. “Dulu hanya 25 orang santri saja. Santrinya belum ada yang berasal dari daerah luar Sukamantri. Kebanyak anak-anak asli daerah, malahan disebutnya juga santri kalong, Santri kalong hanyalah sebuah analogi saja.

Kalong (kelelawar) biasanya keluar menjelang magrib dan pulang ke tempat persembunyiannya menjelang subuh. Begitu juga dengan santri PPHS pada waktu itu, anak-anak santri berangkat ke pondok sebelum magrib dan pulang kerumahnya setelah subuh,” ujar Aliyudin saat ditemui, belum lama ini.‬

Seiring berjalannya waktu, kata dia, keberadaan PPHS mulai diketahui oleh warga-warga diluar daerah Sukamantri. Banyak para orang tua yang berdatangan ke pesantren dengan niat untuk memesantrenkan anak-anaknya.

“Maka pada awal tahun 1990-an, pemimpin beserta putera-puterinya berusaha mengembangkan pondok pesantren ini dengan membuat sejumlah program pendidikan. Seperti, Madrasah Diniyah (Awaliyah, Wustha dan Ulya), TKA dan TPA, Majelis Taklim, dan Madrasah Tahfidh,” jelasnya.

Menurutnya, sampai tahun 2002 model pesantren yang dikembangkan adalah pesantren salafiyyah tradisional. Pada pertengahan tahun 2002 salah satu putra pimpinan pesantren yaitu H. Sa’dulloh, SQ. MMPd kembali ke kampung halamannya setelah melakukan pengembaraan ke berbagai tempat untuk mencari ilmu dan pengalaman.
 
“Sejak kedatangan putra saya maka pembenahan pesantren mulai dilakukan,” tandasnya. Dikatakan Aliyudin, pembenahan dilakukan baik dari sisi manajemen pesantren maupun dari peningkatan kualitas dan kuantitas lembaga pendidikannya. Namun, sambungnya, dengan tidak meninggalkan kekhasan pesantren yaitu mencetak santri-santri yang hafal Al-Qur’an dan pandai membaca kitab kuning.‬

Disebutkan, pada tahun 2002 dibuatlah sebuah yayasan yang bernama yayasan Pendidikan Islam Mohammad Aliyuddin. Terangnya,  dibawah naungan yayasan yang didirikannya pada tahun 2003 H Sa’dulloh dibantu oleh saudara-saudaranya yang lain mendirikan MTs Plus Al-Hikam, MA Plus Al-Hikam tahun 2005, Raudlatul Atfal Al-Hikam tahun 2007 dan SMK Al-Hikam tahun 2016. 

“Seluruh lembaga pendidikan formal ini memadukan sistem pendidikan nasional dengan pesantren dengan kekhasan Tahfidz Al-Qur’an,” tukasnya. Disamping itu, sebutnya, selanjutnya didirikan pula lembaga-lembaga ekonomi seperti Koperasi Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, tempat Praktek Usaha Santri Al-Hikamussalafiyyah dan Usaha Ekonomi Produktif Pesantren. 

Menurutnya, berkat pengembangan program tersebut animo masyarakat untuk menitipkan putera-puterinya di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah semakin meningkat. “Hal ini dapat dilihat dari semakin bertambahnya jumlah santri yang mencapai jumlah lebih dari 650 orang,” tukasnya.

Pertumbuhan jumlah santri yang masuk begitu pesat berdampak pada pembangunan sarana madrasah dan asrama. Pengurus pesantren yang dipimpin oleh H. Sa’dulloh serta atas arahan/bimbingan KH Mohammad Aliyuddin bersama-sama masyarakat sekitar setiap tahun membangun beberapa lokal madrasah dan beberapa lokal asrama/kobong untuk penginapan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektifitas belajar santri.‬ 

Dengan semakin berkembangnya sarana dan prasarana pendidikan di PPHS berdampak pada prestasi yang diraih para santri dan alumninya. Beberapa alumni telah mendirikan lembaga pendidikan Al-Qura’an baik formal maupun non formal di beberapa daerah.

Disamping itu prestasi santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah dapat dilihat dari keikutsertaan para santri dalam even MTQ mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, nasional dan internasional. 

Bahkan H. Sa’dulloh dan Hj. Mutmainnah adalah juara-juara MHQ 30 Juz tingkat Internasional di Saudi Arabia dan Libya.‬

‪Selain mencetak prestasi di bidang Al-Qur’an, santri pesantren ini juga berhasil mencetak prestasi dibidang lomba pidato berbagai bahasa, lomba kaligrafi, marawis, lomba solawat dan barjanji dalam perlombaan tingkat kabupaten Sumedang.‬

Saat ini Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah mengelola lembaga-lembaga pendidikan : Raudlatul Athfal Al-Hikam, MTs Plus Al-Hikam, MA Plus Al-Hikam, SMK Al-Hikam, Madrasah Diniyah Ula, Wustha dan Ulya, Madrasah Tahfidz Al-Qur’an, serta TKA/TPA Al-Hikam. Sedangkan kegiatan-kegiatan pesantren bersama masyarakat adalah Majelis Taklim,  majelis Dzikir dan Manaqib, dan Majelis bahsul Masail.‬ (atp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

** *