oleh

Mengikuti Agenda Kelompok Kesenian Karinding Celempung di Darmaraja

Gelar Latihan Keliling Sekaligus Hibur OTD Jatigede

Selain menggelar latihan di setiap malam Minggu, kini Kelompok Kesenian Karinding Celempung asal Darmaraja, melakukan terobosan baru. Latihannya, mulai digelar dengan cara berkeliling. Selain mengenalkan seni buhun, latihan keliling ini juga menghibur OTD Jatigede.

HERI PURNAMA, Darmaraja

KELOMPOK Kesenian Karinding Celempung, menggelar latihan di wilayah tempat tinggal warga terdampak. Warga terdampak Waduk Jatigede dari beberapa desa yang bermukim di Blok Pasir Kanaga Dusun Ciduging Desa Tarunajaya Kecamatan Darmaraja, pun terhibur segerombolan seniman muda yang masih mempertahankan budaya buhun.

Dikatakan salah seorang tokoh seni dan budaya Hadi Barkah, kegiatan merupakan agenda rutin atau latihan mingguan yang biasa digelar di pendopo Kecamatan Darmaraja setiap malam Minggu. Namun saat ini, kelompok seni melakukan roadshow ke lokasi-lokasi tempat di mana Orang Terkena Dampak (OTD) Waduk Jatigede bermukim.

“Kegiatan ini itung-itung latihan sambil menghibur dan silaturahmi bersama warga terdampak,” katanya.

Selain itu, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian para seniman yang ada di Darmaraja dan sekitarnya, untuk mengenalkan seni buhun kepada masyarakat teutama generasi muda lainnya.

Dalam hal ini, pihak pelaku seni mengajak masyarakat untuk selalu mencintai dan menumbuh kembangkan seni dan budaya, yang diwariskan nenek moyang.

“Kita harus menjaga seni dan budaya yang nyaris hilang,” ucapnya.

Selain itu, kelompok Kesenian Karinding Celempung juga bisa menjadi pendorong untuk mempromosikan wisata yang ada dibesisir Waduk Jatigede.

“Kita juga punya tujuan untuk mempromosikan wisata dengan menggunakan seni sebagai daya tariknya,” kata dia.
Salah satu warga sekitar Milek, 43, mengaku bahwa selama ini dirinya belum pernah tahu jenis alat musik celempung dan karinding. Saat ini, baru pertama kalinya melihat jenis alat musik dan suara yang dikeluarkannya. Dia pun menilai, celempung dan karinding memang layak untuk dikembangkan dan dijadikan kesenian yang popular dikalangan masyarakat.

“Saya gak nyangka, bambu-bambu yang sudah dikemas jadi celempung dan karinding itu bisa mengeluarkan nada yang bagus,” tukasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed