Mengintip Usaha Pusat Produksi Meja Belajar di Gunungmanik

Peliput/Editor: ERWIN MINTARA/JOB SUMEKS

Mengintip Usaha Pusat Produksi Meja Belajar di Gunungmanik

PRODUKSI: Seorang pekerja sedang membuat kerajinan meja belajar dari kayu bekas di Pusat Produksi Meja Belajar Milik Andri Suryadi di Dusun Cikondang Tanjungsari, kemarin. (ERWIN/JOB SUMEKS)

Tekan Pengangguran dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Menjadi pribadi yang maju dan bermanfaat bagi masyarakat, memang tidaklah mudah. Perlu kerja keras dan pengorbanan yang iklas agar usahanya lancar, tetapi masyarakat sekitar juga diberdayakan. Itulah yang dilakukan Andri Suryadi warga Dusun Cikondang Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari.

ERWIN MINTARA, Tanjungsari

PRIA Kelahiran 1987 ini, memang bukan pertama kali meniti karir menjadi seorang pengusaha. Pernah begelut di dunia konveksi namun kolaps, pria ini tak lantas menyerah.

Berganti stir ke bisnis property Andri bisa membawa usahanya cukup melejit. Bahkan tak hanya keluarganya yang terangkat, tetapi pemerintahan desa dan kecamatan pun turut dibantunya, dengan program perbaikan rumah tidak layak huni dari hasil CSR menjadi seorang manager sebuah property.

Tak cukup di situ, kadang merintis usaha perlu saku dua. Oleh karena itu dia mencoba memanfaatkan laba dari property untuk merintis bisnis pusat produksi meja belajar. Memanfaatkan limbah kayu bekas, dia menyulapnya menjadi bahan yang bermanfaat dan bernilai jual tinggi.

Menurut Andri, keinginan untuk merubah nasib dan memberdayakan masyarakat sekitar memang cita-citanya dari dulu. Lama melintang di dunia sosial sebagai pecinta lingkungan hidup tak membuat Andri puas. Sebab, bergelut di dunia sosial tak membawa angina segar bagi perkembangan ekonominya. Terlebih bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Oleh sebab itu, dia ingin merintis usaha yang bisa dirasakan masyarakat sekitar dengan menyerap tenaga kerja dari lingkungan tempat dia tinggal. Dusun yang sebelumnya dikenal daerah pegunungan dengan mata pencaharian warga sebagai kuli tani, membuat Andri berputar otak memberdayakan masyarakat.

Berbagai potensi yang dimiliki warga setempat mulai perajin meja belajar yang di galakan di dusun tersebut. Potensi yang hendak diangkat di kampung tersebut adalah pusat produksi Meja Belajar di Dusun Cikondang RT03 RW05 Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari.

Usaha meja belajar ini dilatarbelajangi kondisi masyarakat sekitar. “Sebenarnya munculnya ide pembuatan meja belajar ini dilatarbelakangi oleh situasi dan kondisi masyarakat Dusun Cikondang,” ucapnya.

Dengan adanya usaha meja belajar ini, kata dia, masyarakat Dusun Cikondang bisa diberdayakan. Minimal bisa mengurangi pengangguran dan meningkatkan ekonomi sekitar.

“Kerajinan Meja Belajar ini sudah berlangsung selama satu tahun. Masyarakat Dusun Cikondang yang diberdayakan baru 18 orang, lima karyawan dan 13 masyarakat yang diberdayakan,” ujarnya.

Andri menambahkan dalam per hari pihaknya mampu membuat 80 pick meja per harinya. Sehingga kami memberdayakan masyarakatnya insten terus menerus.

“Ya lumayan bagi warga yang diberdayakan untuk melakban itu Rp 2.000 per/pics,” katanya.
Pihaknya berharap semoga pembuatan meja belajar ini terus insten supaya menjadi inovasi untuk warga. “Ingin lebih komersil dan bisa menyupley meja belajar ke seluruh kota di Indonesia,” harapnya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat Dusun Cikondang Desa Gunungmanik, Ibu Linda selaku warga sekitar sekaligus warga yang diberedayakan dalam pembuatan meja ini mengungkapkan bahwa adanya pembuatan meja belajar ini membawa dampak yang baik.
“Kami merespon positif dan semoga lancar dan pingirimannya bisa tingkat nasional,” tandasnya. (**)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js