Mengintip Waktu Luang Ibu Rumah Tangga di Desa Cinangsi Kecamatan Cisitu

Peliput/Editor: HERI PURNAMA/SUMEKS

Mengintip Waktu Luang Ibu Rumah Tangga di Desa Cinangsi Kecamatan Cisitu

KUPAS PICUNG: Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Cinangsi Kecamatan Cisitu saat mengupas Picung.

Manfaatkan Musim Picung Untuk Menambah Lembaran Rupiah

Mengisi waktu luang untuk mengupas picung, bisa memberikan penghasilan dan mengurangi pengeluaran. Hal itu dirasakan warga Desa Cinangsi Kecamatan Cisitu, yang memanfaatkan waktu luang untuk bekerja mengupas picung dari pengepul picung. Berikut liputannya.

HERI PURNAMA, Cisitu
PAGI itu, cuaca cerah. Kehangatannya membuka mata dan menjadi pendorong untuk menjalankan aktivitas.

Di sebuah desa yang tidak jauh dari perkotaan Kecamatan Cisitu, nampak beberapa ibu rumah tangga tengah sibuk memukulkan sebuah kayu dan batu kepada benda lain. Rasa penasaran pun timbul dan mencoba untuk menghampirinya.

Tak banyak basa-basi, dialog pun langsung kepada yang dituju. Dan ternyata, segerombolan kaum hawa ini tengah mengupas picung yang baru datang dari kebun.

Banyaknya picung yang didapat pengepul dari petani kebun yang mempunyai pohon picung, ternyata membawa berkah bagi ibu-ibu yang punya banyak waktu luang untuk bisa mendapatkan beberapa lembar rupiah.

Seorang pengepul picung Oneng menyebutkan, kalau pihaknya mempekerjakan para ibu-ibu itu untuk mengupas picung sebelum diolah dan dipasarkan. Melihat jumlah picung yang cukup banyak, tidak akan mungkin bisa tergarap sendiri. Oleh sebab itu, butuh tenaga kerja tambahan dari ibu-ibu tersebut.

“Iya mereka bekerja untuk mengupas picung yang baru datang dari kebun. Karena kalau saya sendiri yang mengerjakan, waktunya tidak akan terkejar. Belum lagi ada keperluan lain,” katanya saat ditemui Sumeks di kediamannya, belum lama ini.

Menurutnya, ada tiga orang yang bekerja untuk mengupas picung tersebut. Dan satu orangnya diberikan upah Rp 25 ribu serta diberi makan dua kali. Jam kerjanya mulai dari pukul 07.00 sampai pukul 16.00.

“Kalau patokan kerja sih dari jam 7 sampai jam 4 sore. Tapi karena yang bekerjanya masih tetangga dan masih keluarga, kadang-kadang sesukanya saja,” ucapnya.

Salah satu pekerja, Enung mengaku bahwa dengan adanya kesempatan untuk bekerja mengupas picung ini, cukup membantu untuk menambah-nambah uang belanja. Bahkan juga, mengurangi pengeluaran jatah makan. Karena di tempat kerjanya ini diberikan makan dua kali.

“Saya sangat terbantu sudah bisa kerja di sini, meskipun sifatnya tahunan. Tapi luamayan bisa punya pendapatan,” tukasnya. (**)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.