oleh

Menikmati Indahnya Curug Ciwalur Jatinunggal

**Melihat Potensi Kekayaan Alam di Kota Tahu

Banyak potensi yang ada di tanah Sumedang Larang yang bisa menjadi daya tarik wisata. Tinggal ada will dari pemerintah untuk menjadikan lokasi lokasi tersebut lebih hebat.

IGUN GUNAWAN – Jatinunggal,

PERJALANAN kali ini, masih berbicara tentang potensi alam wisata di Sumedang bagian tenggara. Kecamatan Jatinunggal, merupakan kecamatan anyar, setelah adanya pemekaran dari Kecamatan Wado, ternyata memiliki sejumlah potensi alam yang terpendam. Salahsatunya: Curug (air terjun) Ciwalur.

Curug Ciwalur merupakan destinasi wisata alam bebas yang merupakan salah satu curug terbaik yang ada di Sumedang. Letaknya sekitar 4 kilometer dari Kantor Kecamatan Jatinunggal, menuju arah desa Banjarsari.

Curug ini dari pinggir jalan Desa Banjarsari sudah tampak terlihat jelas, namun untuk sampai ke lokasi anda harus berjalan kaki ke bawah mengikuti aliran drainasi irigasi, sekitar 1 KM.

Untuk mencapai titik lokasi, kami bersama dengan rekan-rekan Pendampaing Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sumedang, harus extra hati-hati.

”Diperjalanan diharapkan kita berhati-hati, dan selalu waspada karena dengan beberapa bagian solokan yang longsor. Sehingga mengharuskan kita turun langsung ke air mengikuti jalur solokan air,” kata Asep Sofyan.

Perjalanan makin tegang, karena kami harus sedikit tiarap. Sebuah tebing batu sedikit menghambat perjalanan, sehingga kita harus tiarap melintasinya.

Setelah menuruni tebing dengan medan yang cukup ekstrem melewati banyaknya pepohonan berduri dan batur terjal.

Perjalanan menegangkan hilang setelah kami tiba di lokasi curug, suasana air terjun dari ketinggian hamper 70 meter dengan ketinggian 75 derajat membuat kami berdecak kagum.

”Luar biasa potensi alam Sumedang. Setelah sampai di sini, semua perjuangan itu terbayar lunas dengan hamparan keindahan curug yang memiliki tinggi hampir 70 meteran dengan tinggkat kemiringan 75 derajat di bawahnyanya,” ungkapnya.

Lokasi yang penuh bebatuan para pengunjung diharapkan menyimpan barang yang rentan benturan untuk disimpan dalam packing tahan banting. “Karena lokasi rentan sekali risiko tergelincir karena licinnya bebatuan,” jelasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed