Minimalisir Teror The Jak, Tempat Menginap Persib Dirahasiakan

Peliput/Editor: berbagai sumber/handri s budiman

Minimalisir Teror The Jak, Tempat Menginap Persib Dirahasiakan

Pemain Persib Abdulrahman (kanan) bersama Vladimir Vujovic saat mengikuti sesi latihan jelang Piala Presiden. (ISTIMEWA)

ROMBONGAN pemain Persib Bandung, akhirnya bertolak dari Bandung menuju Jakarta pada Jumat (16/10) sore. Mereka berangkat ke Ibu Kota menggunakan bus beriringan dengan beberapa ofisial.

Seluruh pemain Maung Bandung dibawa menuju Jakarta, termasuk pemain yang tak bisa main seperti M Ridwan, Tantan, dan Hariono. Mereka tetap berangkat untuk memberikan semangat kepada rekan-rekannya yang lain.

“Kami berangkat setelah Ashar. Langsung ke hotel dan istirahat,” kata salah seorang ofisial Persib, Jumat sore.

Di Jakarta, para penggawa Persib Bandung belum diumumkan bakal menginap di hotel apa. Lokasi penginapan para penggawa Persib sengaja dirahasiakan untuk menghindari teror dari oknum The Jakmania. Berbeda dengan Sriwijaya FC yang telah diumumkan menginap di hotel Bidakara, Jakarta.

“Kami tidak bisa beritahukan, untuk menghidari hal yang tidak diinginkan. Biarkan pemain Persib tenang sampai pertandingan,” ucap salah satu panitia pelaksana laga final yang meminta namanya tak ditulis.

Memang, teror terhadap rombongan Bus Persib Bandung pernah dilakukan oknum suporter berbaju hitam saat laga ISL pada Juni 2013 silam. Saat itu, Persib menginap di hotel Kartika Candra Jakarta. Saat akan menuju ke Stadion, bus yang baru keluar dari parkiran Hotel langsung diserang oknum tak bertanggung jawab dengan lemparan batu dan Bus nyaris dibakar.

Namun, saat ini perseteruan dua kelompok suporter, Bobotoh (suporter Persib Bandung) dan The Jakmania (suporter Persija Jakarta) menuju arah perdamaian yang nyata. Itu terjadi setelah Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil didampingi manajer Persib Umuh Muchtar datang langsung ke kantor Persija, di kawasan SUGBK, Jumat (16/10) sore.

Pertemuan yang digelar sore hari itu berjalan sekitar 20 menitan. Selain dari Persib dan Manajemen Persija, ada juga ketua The Jakmania Richard Ahmad, Larico Ranggamone (Eks Ketua The Jak), dan perwakilan Polda Metro Jaya.

Ridwan berharap, perseteruan tidak sehat dan memicu korban jiwa itu, tak lagi berlanjut ke depan. “Sekarang ujung dari sini adalah prestasi olahraga, yang lain-lain tidak terlalu menjadi hal yang kami fokuskan. Jangan sampai sudah prestasi pas-pasan, yang ramai justru berantemnya,” katanya membuka pembicaraan.

Langkah ini, menurut Ridwan menjadi bagian dari usahanya menyatukan dan mendamaikan kelompok suporter. Bukan hanya di hilir, tapi juga di hulunya. “Masalah budaya, nyanyian, ideologi, saling membenci, harus dikikis. Karena itu, di Bandung saya utamakan sportivitas, tanpa harus mencaci yang lain,” tegasnya.

Selain itu, Ridwan juga menyampaikan jika Persija Jakarta hendak main di Bandung, tinggal bilang ke dirinya. Dia nanti akan berusaha melakukan koordinasi dengan pihak keamanan untuk menjadi tuan rumah yang aman bagi tamu. “Saya juga ingin menjadi tuan rumah yang baik seperti Jakarta,” lanjutnya. (dkk/jpnn)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.