oleh

Miras Oplosan Jadi Kado Pahit Akhir Tahun

KOTA – Desember kelabu, nampaknya layak disematkan dengan kembali berjatuhannya korban miras oplosan di Kabupaten Sumedang. Kembali jatuhnya korban akibat miras oplosan di ini, seakan menjadi kado pahit setiap menjelang akhir tahun.

Seperti diketahui, Senin (21/12), sedikitnya empat orang warga asal Kecamatan Cimanggung dan Kecamatan Jatinangor, meregang nyawa akibat miras oplosan. Tahun lalu, pada bulan yang sama (Desember 2014), ratusan warga Kabupaten Sumedang pun, menjadi korban keganasan miras oplosan, dan belasan diantaranya tewas. Sementara pada Desember 2013, sedikitnya 12 orang tewas akibat overdosis penyalahgunaan obat batuk jenis dextro.

Menyikapi hal ini, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sumedang Elly Walimah mengatakan, kembali jatuhnya korban akibat miras oplosan, seharusnya menjadi cambuk bagi dinas/instansi hingga penegak hukum di Kabupaten Sumedang.
”Tentunya, dengan kembali jatuhnya korban akibat miras oplosan pada tahun ini harus menjadi keprihatinan semua pihak. Karena bukan hanya tahun ini saja, tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya juga ada korban tewas akibat miras oplosan,” ujarnya kemarin (27/12).

Ini artinya, kata Ely, penegakan peraturan daerah (Perda) Nomor 7/2003 tentang miras di Kabupaten Sumedang, masih lemah. Selain itu, sanksi yang diberikan kepada para pengedar/penjual juga dinilai masih lemah, sehingga tidak memberikan efek jera.

”Sudah penegakkan perdanya lemah, sanksinya lemah pula. Ini masalahnya. Oleh karenanya, DPRD Sumedang sendiri mendorong dinas/instansi terkait, hingga aparat penegak hukum untuk lebih tegas dalam melakukan tindakan hukum sebagai upaya meminimalisir kembali jatuhnya korban jiwa akibat miras oplosan,” tutur anggota DPRD dari Fraksi PKS ini.

DPRD Sumedang pun, lanjut dia, mendorong dinas/instansi terkait untuk lebih gencar dan meningkatkan sosialisasi terkait bahaya penggunaan miras hingga bahaya narkoba secara umum.

“Ke depan, kami tidak mengharapkan ada lagi korban jiwa akibat miras oplosan. Pengawasan peredaran penjualannya pun harus diperketat. Kami pun mendorong agar dinas terkait gencar melakukan sosialisasi masif terkait bahaya konsumsi miras ataupun bahaya narkoba secara umum,” katanya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed