oleh

Mobile JKN Hadirkan Kemudahan Bagi Masyarakat

SUMEDANG – Sebagai salah satu aplikasi unggulan BPJS Kesehatan, kehadiran Mobile JKN kian dikenal oleh masyarakat. Pasalnya, aplikasi tersebut menawarkan beragam kemudahan bagi masyarakat, termasuk peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), dalam melakukan urusan administratif tanpa harus pergi ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga mempermudah akses informasi seputar BPJS Kesehatan.

Laxmi (23) adalah salah satu petugas di RS Pakuwon Kabupaten Sumedang yang merasa terbantu dengan adanya aplikasi ini. Menurutnya, Mobile JKN adalah jawaban untuk mengurus JKN-KIS di tengah kesibukannya yang tak bisa ditinggalkan.

“Saya sekarang tidak perlu repot jika ingin memindahkan fasilitas kesehatan saya, saya hanya tinggal buka aplikasi Mobile JKN, maka proses tersebut sudah selesai. Sekarang tidak lagi harus mengantri di Kantor BPJS Kesehatan. Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi saya dan peserta lainnya, sudah tidak ada lagi kata malas dan repot jika ingin mendapatkan pelayanan dari BPJS Kesehatan,” katanya puas kepada Jamkesnews, Rabu (20/03/2019).

Karena sudah merasakan sendiri, Laxmi pun tak segan untuk mempromosikan kemudahan Mobile JKN kepada pasien yang kebetulan ia rawat. Ia bahkan membantu mereka mengunduh dan mengisi registrasi pada aplikasi tersebut.

“Jika dulu apabila pasien tidak membawa kartu KIS, maka pasien tersebut mau tidak mau harus kembali lagi ke rumah untuk mengambil KIS tersebut. Dengan adanya Mobile JKN, pasien hanya perlu menunjukkan KIS digital yang terdapat pada aplikasi ini untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” kata Laxmi.

Sejak diluncurkan pada tahun 2017, aplikasi Mobile JKN memperlihatkan peningkatan jumlah pengunduh. Hal ini berdampak pada jumlah antrian yang kian hari makin berkurang di Kantor BPJS Kesehetan. Kini, dimana pun dan kapan pun, peserta dapat mengakses Mobile JKN untuk mendapatkan informasi tagihan, mengubah lokasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), melakukan skrining kesehatan, hingga menyampaikan pengaduan. (rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed