oleh

Motor Mogok, Jambret Bonyok

CIMALAKA – Gilang bin Asep Ruhiman (19), warga Dusun Dago, RT 13 RW 02 Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Utara, harus berurusan dengan polisi. Gilang melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau penjambretan, di atas kendaraan bermotor yang sedang berjalan, di Dusun Cicelot (depan kantor PLN) Desa Mandalaherang, Kecamatan Cimalaka, Minggu (20/3) sekitar pukul 02.30.

Saat kejadian, korban Yati Suryati (42), warga RT 02 RW 06, Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, hendak pergi belanja ke Pasar Cimalaka. Tepat di tempat kejadian perkara (TKP), korban yang dibonceng suaminya, dipepet pelaku yang berboncengan dari sebelah kiri.

Pelaku, merampas tas korban yang diselendangkan di pundak. Saat itu, sempat terjadi tarik menarik antara pelaku dan korban. Namun, pelaku itu berhasil membawa tas, sedangkan korban hanya mendapat selendangnya (tali, red)
“Motor korban sempat oleng dan hampir terjatuh. Tas berisi uang Rp 400 ribu dan KTP korban berhasil dibawa kabur pelaku,” ujar Kapolsek Cimalaka, Kompol H Herno Mardiyanto, melalui Panit 1 Reskrim, Aiptu Hendrik saat dikonfirmasi Sumeks, di kantornya, kemarin.

Hendrik menyebutkan, pelaku sebanyak dua orang itu kabur ke arah Sumedang. Sementara, korban berusaha mengejar motor pelaku hingga ke Pasar Cimalaka dan para pelaku ditemukan korban sedang bersembunyi dibelakang tempat jagal H. Abidin. Akhirnya, polisi pun berhasil mengamankan pelaku, dan tidak menjadi amuk massa.

“Pelaku kehabisan bensin dan bersembunyi di belakang rumah potong hewan. Korban menemukan seorang pelaku berada di tempat itu bersama motor yang dikendarainya. Sedangkan pelaku yang satunya berhasil melarikan diri,” tambahnya.
Pelaku yang kabur, lanjut Hendrik, berhasil membawa tas korban. Namun kini, pelaku sudah diketahui identitasnya, dan masih dalam pengejaran anggota. Sedangkan untuk korban, menderita kerugian sebesar Rp. 500 ribu.

“Pelaku terancam Pasal 365, tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman hukuman maksimalnya sembilan tahun,” tukasnya.

Selain itu, Hendrik mengimbau kepada warga untuk berhati-hati, dan waspada saat berbelanja ke pasar. Terutama saat malam hari, ataupun menjelang Subuh. Warga diharapkan berangkat ke pasar tidak sendirian, dan harus ditemani kerabat ataupun keluarganya.

“Warga harus waspada saat dan akan berbelanja. Harta ataupun uang, diharapkan disimpan di tempat rahasia, dan tidak diketahui keberadaanya. Selain itu, warga saat hendak berbelanja harus ditemani kerabatnya,” imbaunya.

Apabila terjadi sesuatu, diharapkan Hendrik, warga harus memberi tanda ataupun berteriak. Disamping itu, diharapkan secepatnya melapor ke kantor polisi terdekat.

“Pelaku sekarang ini sudah nekad dalam melakukan aksinya. Dihawatirkan, apabila ada korban akibat terjatuh ataupun dianiaya,” tutupnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed