MPS Dorong Pengangkatan Wabup

KOTA – Kosongnya posisi Wakil Bupati Sumedang, pasca Eka Setiawan diangkat menjadi bupati, Masyarakat Peduli Sumedang (MPS) mendorong untuk segera dilakukan pengisian jabatan tersebut.
Koordinator MPS Toni S.Liman mengatakan,posisi wakil bupati harus segera diisi dan jika masih ragu, lakukan konsultasi ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Apakah diperbolehkan jika ada kekosongan jabatan hingga akhir tugas bupati. Bila tidak cepatlah diisi. Sekaligus payung hukum yang akan digunakan, apa memakai Undang-undang No.8 dan No.9 tahun 2015 atau yang lama. Itu substansi konsultasi sekaligus rekomendasi,” kata Liman membuka pembicaraan.

Liman bahkan menegaskan untuk posisi dan jabatan wakil bupati nanti tidak harus dari partai pengusung pemenang pilkada lalu. “Tidak harus dari partai pengusung. Ini hak sepenuhnya Bupati Eka Setiawan. Alasan saya sederhana, masyarakat masih ingat bahwa proses ini seperti yang dilakukan oleh mantan bupati Ade Irawan ketika menunjuk Eka Setiawan sebagai wakilnya,” tegasnya.
I
tu jelas, katanya sebab posisi Eka Setiawan tak ada di partai mana pun. Bahkan anggota DPRD Sumedang pun tidak protes. Artinya DPRD hanya bertugas mengawinkan bupati dan wakil bupati agar jalannya pemerintahan bisa sinkron.

Selain itu Liman juga berpandangan bahwa Bupati Eka Setiawan dapat memilih calon wakil bupati yang sejalan dengannya, tidak harus dari partai pengusung. Meskipun posisi Eka sudah diklaim oleh salah satu partai, Eka memiliki hak penuh dalam menentukan wakilnya sekarang.

Sebab legislatif sendiri telah menegaskan bahwa ketika pengusulan pemberhentian Eka Setiawan dari Wakil Bupati Kabupaten Sumedang dan diusulkan untuk menjadi bupati, anggota dewan mengatakan tidak ada deal-deal tertentu maupun kesepakatan dengan Eka Setiawan.

“Yang penting sinkron, komunikasi baik dan tidak berkonflik kepentingan politik yang menimbulkan kontra produktif dalam bekerja di sisa masa jabatannya. Karena menurut saya sudah dua kali partai pemenang Pilkada diberi kesempatan oleh rakyat memimpin Kabupaten Sumedang. Namun belum maksimal dan selalu berakhir pahit,”pungkas Liman. (rls)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.