MTS Istigfarlah Gelar Pendidikan Gratis

Peliput/Editor: ASEP NURDIN/SUMEKS

MTS Istigfarlah Gelar Pendidikan Gratis

FOTO BERSAMA: Sejumlah siswa MTs Istigfarlah foto bersama staf pengajar dan kepala sekolah sekolah tersebut, kemarin.

KOTA – MTS Istigfarlah yang berlokasi di Dusun Kareumbi Desa Margalaksana Kecamatan Sumedang Selatan menyelenggarakan pendidikan gratis.

Kepala MTs Istigfarlah, Imadudin S.Ag mengatakan, berdirinya madrasah tersebut berawal dari keprihatinan masyarakat sekitar, mengingat banyak anak putus sekolah akibat ketidakmampuan orang tuanya. Apalagi jarak ke sekolah tingkat pertama cukup jauh jaraknya dari Dusun Kareumbi.

“Kecuali yang orang tuanya mampu, dapat membelikan sepeda motor untuk anaknya, agar bisa bersekolah ke SMP,” ujarnya.

Berawal dari keprihatinan tersebut, kata dia, maka suatu hari, tokoh masyarakat bersama aparat desa setempat, berempug untuk mendirikan sebuah sekolah lanjutan.

Niat tersebut, mendapat respon positif dari H Dony Ahmad Munir yang siap menfasilitasi berdirinya bangunan MTs.

“Kebetulan Pak Dony di Komisi X DPR RI yang membidangi masalah pendidikan,” kata Imadudin.

Dia menambahkan sekitar tahun 2011 lalu, bangunan Mts tetsebut dapat terealisasikan. Disambung tahun 2012, mendapat tambahan bangunan satu lokal ruang kelas.

“Kami memiliki ruang kelas sebanyak dua lokal. Bahkan, kami pernah mendapat bantuan pendidikan dari USAID,” katanya.

Dari awalnya hanya memiliki 10 peserta didik, kini madrasah tersebut, sudah memiliki 72 siswa, mulai dari kelas VII sampai kelas IX, dengan 14 tenanga pendidik dan kependidikan.

“Alhamdulillah, semua biaya kita yang menanggung, mulai dari pendaftaran, SPP, biaya ulangan semester, buku paket, ATK, baju seragam, baju olahraga, baju pramuka hingga sepatu,” katanya.

Untuk membiayai semua itu, bersumber dari dana BOS.

Namun sayangnya, dana BOS saat ini mengalami pemangkasan hingga 25 persen. Akibatnya, Imadudin harus memutar otak, untuk menutupi kekurangan tersebut. Bahkan bukan itu saja, pihaknya juga membutuhkan penambahan ruang kelas baru.

“Apalagi, kita akan kedatangan penduduk baru, yang merupakan warga pindahan dari Ciherang yang terdampak longsor, beberapa tahun lalu,” ucapnya.

Dia berharap, pemerintah atau pihak swasta peduli dengan pendidikan desanya itu. (nur)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js