MTs Persis Sumedang Gelar Penyuluhan LGBT

Peliput/Editor: ATEP BIMO ARIO SUTEJO/SUMEKS

MTs Persis Sumedang Gelar Penyuluhan LGBT

BERIKAN PAPARAN: Ustad Budi Setiawan saat memberikan materi di hadapan para santri MTs Persis Sumedang tentang kaun Shodom di zaman Nabi Luth as, belum lama ini. (IST)

KOTA – Bertempat di Masjid Al-Furqon Sumedang, Selasa (20/11) lalu, MTs Persis Sumedang menyelenggarakan penyuluhan terkait Lesbi, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT) untuk para santrinya.

Kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan Program Kegiatan Madrasah pada tahun pembelajaran 2018/2019, yaitu kegiatan kokurikuler tentang penyuluhan LGBT.

Penanggung jawab kegiatan Budi Setiawan SPd menyebutkan LGBT tidak hanya banyak terjadi di zaman sekarang, tetapi sudah ada dari sejak zaman dahulu. Seperti apa yang menimpa kaun Shodom, dimana Allah SWT melaknat Kaum Shodom hingga semua kaumnya mati tidak tersisa.

“Ada satu orang yang tidak mati karena sedang berdagang ke Mekkah. Tetapi saat dia kembali, dia langsung mati,” ujar Buset, sapaan akrab Budi Setiawan dalam ceramahnya, kemarin.

Buset menambahkan teguran kepada kaum Shodom yang berlangsung selama 40 hari 40 malam. “Hal itu membuktikan adanya keterkaitan antara LGBT di zaman sekaramg dengan Kaum Shodom di zaman dulu,” tambahnya.

Sementara itu, dt Rahmatullah Sidik mengungkapkan pengertian dari LGBT. LGBT merupakan akronim dari lesbian, gay, biseksual dan transexual.

Dijelaskan, homosexual asal kata dari homo (same – sama-red) artinya adanya ketertarikan secara nafsu sexual kepada sesama jenis. Untuk sesama laki-laki disebut gay dan sesema perempuan adalah lesbian.

Masih kata Rahmat, sedangkan yang dimaksud dengan Bisexual adalah individu yang memiliki ketertarikan pada laki-laki atau perempuan. “Itu terjadi karena merasa ketidaksesuaian antara anatomis dan identitas,” tandasnya.

Mengenai transexual, kata Rahmat, golongan ini merasa bahwa dirinya bukan laki-laki (bagi laki-laki) dan bukan perempuan  (bagi perempuan).

“Beberapa penyebab LGBT diantaranya yaitu genetik atau kromosom, pola asuh, trauma masa kecil, lingkungan dan faktor lain,” tukasnya.

Dikatakan Rahmat, LGBT adalah penyakit yang dapat disembuhkan. Homosexual dan bisexual tergolong orang dengan masalah kejiwaan (ODMK), begitupun homosexual tergolong orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Hal bisa dilakukan penyembuhan dengan diterapi.

“Cara menepis LGBT diantaranya dengan terapi puasa. Pencegahannya melalui penanaman nilai agama, perbaiki hubungan menjadi harmonis dan hindari faktor pencetus,” pungkasnya. (atp)

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.