oleh

Museum Sedot 1.100 Pengunjung Perbulan

KOTA – Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang yang didirikan pada tahun 1973, pernah direferensikan sebagai tempat belajar sejarah Sumedang oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno. Museum yang beralamat di jalan Prabu Geusan Ulun Nomor 40 Sumedang, Jawa Barat tersebut, didirikan dengan tujuan untuk menyimpan kekayaan yang pada saat itu belum dibuka untuk umum hanya dipergunakan untuk keluarga dan masih menyandang nama Yayasan Pangeran Sumedang.

“Jadi, pada tahun 1974 berganti nama menjadi Museum Prabu Geusan Ulun. Dan tahun 1984, dari Yayasan pangeran sumedang mengeluarkan surat keputusan yang mengijinkan Museum di buka untuk umum” kata teknisi Museum Prabu Geusan Ulun Ahmad Iqbal kepada Sumedang Ekspres, Selasa (8/8).

Ahmad menerangkan, ada banyak benda bersejarah di dalam Museum Prabu Geusan Ulun. Salah satu yang syarat akan sejarah adalah Mahkota Binokasih. Pasalnya, mahkota tersebut merupakan salah satu pemikat sekaligus tujuan utama pengunjung. Selain itu, di museum tersebut juga saat ini diberlakukan Rolling koleksi.

Dimana jika dahulu semua koleksi museum ditampilkan semua, kini digilir sesuai irama perjalannan sejarahnya sendiri dan juga perubahan bentuk tiket. ” Itu untuk mengurangi kebosanan masyarakat. Tapi untuk kondisi museum sendiri tidak ada perubahan karena merupakan cagar budaya. Jadi hanya sebatas perawatan saja” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad menyebutkan jika perhatian pemerintah daerah sangat diperlukan sebagai pendukung penting untuk pengelolaan cagar budaya tersebut. Akan tetapi, justru perhatian dinilai lebih banyak dari pemerintah provinsi. “Karna baru dari pemerintahan provinsi yang memberikan perhatian langsung. Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah kabupaten untuk senantiasa merawat. Karena saat ini rata-rata Museum dikunjungi hingga 1.100 pengunjung per bulannya,” tuturnya. (lucy/job)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed