Musim Hujan, Produksi Batu Bata Terhambat

Musim Hujan, Produksi Batu Bata Terhambat

MEMBUAT BATA: Yayah Rohaeti, perajin batu bata di Desa Malaka Kecamatan Situraja ditemui di tempat produksinya. (HERI PURNAMA/SUMEKS)

PEWARTA: HERI PURNAMA/SUMEKS

SITURAJA – Pada musim penghujan ini, produksi batu bata sedikit terhambat. Sebab, proses pengeringan batu bata, selama ini mengandalkan sinar matahari.

“Kalau musim penghujan, memang proses pengeringannya agak lama. Karena, kadang-kadang mataharinya tidak maksimal seperti musim panas,” Yayah Rohaeti, perajin batu bata di Desa Malaka, Kecamatan Situraja, baru-baru ini.

Kata dia, saat musim panas, proses pengeringan hanya butuh waktu satu hari, batu bata sudah bisa masuk ke proses pembakaran. Lain halnya dengan musim penghujan, untuk proses pengeringan harus membutuhkan waktu selama 4 hari.

“Kalau musim penghujan, pengeringannya bisa memakan waktu selama 4 hari,” katanya lagi.

Dia menyebutkan, hal itu tentu menjadi salah satu penghambat proses penjualan. Sebab, saat batu bata kehabisan stok, maka para pembuat batu bata tidak bisa mempercepat produksi batu batanya lagi.

“Dikhawatirkan, ada pesanan dengan jumlah banyak, dan kita tidak bisa memenuhinya,” katanya. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.