oleh

Musim Hujan, Produksi Batu Bata Terhambat

SITURAJA – Pada musim penghujan ini, produksi batu bata sedikit terhambat. Sebab, proses pengeringan batu bata, selama ini mengandalkan sinar matahari.

“Kalau musim penghujan, memang proses pengeringannya agak lama. Karena, kadang-kadang mataharinya tidak maksimal seperti musim panas,” Yayah Rohaeti, perajin batu bata di Desa Malaka, Kecamatan Situraja, baru-baru ini.

Kata dia, saat musim panas, proses pengeringan hanya butuh waktu satu hari, batu bata sudah bisa masuk ke proses pembakaran. Lain halnya dengan musim penghujan, untuk proses pengeringan harus membutuhkan waktu selama 4 hari.

“Kalau musim penghujan, pengeringannya bisa memakan waktu selama 4 hari,” katanya lagi.

Dia menyebutkan, hal itu tentu menjadi salah satu penghambat proses penjualan. Sebab, saat batu bata kehabisan stok, maka para pembuat batu bata tidak bisa mempercepat produksi batu batanya lagi.

“Dikhawatirkan, ada pesanan dengan jumlah banyak, dan kita tidak bisa memenuhinya,” katanya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed