NAIKAN UMK

Peliput/Editor: ASEP HERDIANA/SUMEKS

NAIKAN UMK

ORASI: Setelah mendatangi Disnakertran aksi buruh berlanjut ke IPP Pemda Kabupaten Sumedang, kemarin.

Buruh Geruduk Disnakertran dan IPP Sumedang

KOTA – Sebanyak 150 massa dari Persatuan Perjuangan Pekerja Seluruh Indonesia (Peppsi), melakukan aksi unjuk rasa ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang serta IPP Kabupaten Sumedang, kemarin (9/11).

Massa yang dipimpin Pepen Antoni dan Dayat Hidayat itu, menyampaikan beberapa tuntutan. Diantaranya, menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di tahun 2018 sebesar 25 persen dari tahun 2017.

“Kami menuntut pemerintah menikan UMK 25 persen,” ujar Pepen Antoni saat berorasi di depan massa.

Selain itu, ratusan masa juga menuntut revisi terhadap Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan serta menolak PP 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Di samping itu, menuntut juga kesejahteran bagi para pekerja Koperja (konsolidasi Pekerja Padjajaran) di Kampus Unpad.

“PP 78 tahun 2015 jelas tidak berpihak kepada kami, dan UU Nomor 13 tentang ketenagakerjaan juga harus direvisi,” ungkapnya.

Di Kantor Disnakertran Sumedang, perwakilan massa masuk dan diterima Kadisnakertrans Sumedang H Dikdik Sadikin AKS MSi, Kabid Perlindungan Tenaga Kerja Jarkaish SH, dan dihadiri Pepen Antoni serta perwakilan buruh KP-FSPK-KSN Sumedang yang berjumlah enam orang.

Dalam audiensi, pihak buruh KP-FSPK-KSN Sumedang, menyerahkan draff kenaikan upah tahun 2018 di Sumedang serta memberitahukan adanya permasalahan (rencana pengurangan pekerja di PT Kahatex) yang harus segera diselesaikan Pemerintah Sumedang.

Pihak Diasnakertrans Sumedang mengungkapkan, terkait draff rencana kenaikan upah buruh tahun 2018, akan dipelajari terlebih dahulu dan akan dibahas bersama dewan pengupahan. Sebab, ada peraturan yang harus dipatuhi dan jangan sampai berbenturan dengan peraturan yang ada.

“Terkait dengan permasalahan yang ada di PT Kahatex, pihak pemerintah akan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan (PT Kahatex) guna menyelesaikan permasalahan yang ada di perusahaan PT Kahatex Sumedang,“ ujar Dikdik.

Setelah selesai audiensi dengan Disnakertran, aksi massa berlanjut di Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang dan langsung melaksanakan orasi di ruang rapat Asisten Pemerintahan Pemda Sumedang. Perwakilan massa pun diterima Asisten Pemerintahan Pemda Sumedang Endah Kusyaman.

Pada audiensi tersebut, dihasilkan jawaban dari pemkab, yakni dengan akan menindaklanjuti dan menyampaikan kepada bupati Sumedang terkait dengan permintaan kenaikan UMK di Tahun 2018. Dimana nantinya, akan dibuatkan rekomendasi yang ditujukan kepada gubernur Jabar.

“Ini akan kami bahan pertimbangan pada rapat di dewan pengupahan terkait permintaan kenaikan UMK Tahun 2018. Dan seperti laporan, menindaklanjuti terkait adanya petugas kebersihan yang hanya mendapatkan upah gaji tidak sesuai dengang UMK, serta nantinya akan dibahas di balai pengawasan ketenagakerjaan,” ungkap Endah.

Sementara itu, terkait permasalahan di PT Kahatex, bahwa rekomdasi perizinan PT Kahatek sudah selesai. Namun adanya kehati-hatianan terkait penerbitan rekomendasi antara pihak pemda dengan perusahaan.

Sementara sebelum keberangkatan aksi massa ini, mendapat pengawalan dari petugas kepolisian menuju lokasi. Sebelum bergerak ke titik lokasi, para buruh sebelumnya berkonpoy dengan rute Dusun Cipasir Desa Linggar-Bundaran Cipasir Jalan Raya Rancaekek-Cileunyi. Mereka menjemput KMU Unpad ke Kampus unpad Jatinangor dan kembali lagi ke Jalan Parakanmuncang-Simpang menuju Sumedang.

Kapolsek Cimanggung Kompol Kuswanto SH mengatakan, dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan anggota polisi mengawal rombongan dengan menggunakan kendaraan patroli selama buruh berkompoy menuju tempat aksi di Sumedang.

“Kita turunkan anggota polisi berseragam untuk mengawal para buruh itu saat akan menuju tempat aksi selama mereka melintas wilayah Cimanggung. Itu dilakukan agar para buruh tidak melakukan aksi yang tidak diharapkan,” kata Kuswanto. (her/kos)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.