Nekat Buka, Giglebox Disegel

Peliput/Editor: m iqbal/handri s budiman

Nekat Buka, Giglebox Disegel

PROTES: Sejumlah karyawan Giglebox menolak penutupan tempat kerja mereka, kemarin. Sementara itu, Satpol PP kabupaten Sumedang menyegel pintu kafe dengan memasang spanduk yang ditandatangani Kasatpol PP Asep Sudrajat. (MUHAMAD IQBAL/JATEKS)

JATINANGOR – Dinilai tidak mengindahkan aturan, Kafe Giglebox yang berlokasi di Jalan Raya Jatinangor, ditutup paksa Satpol PP Kabupaten Sumedang, Senin (19/10). Sebelumnya, kafe tersebut sudah disegel petugas karena tidak berizin. Namun, pemiliknya tetap nekat membuka lahan usahanya.

Sekretaris Satpol PP Sumedang Atang Sutarno mengatakan, tindakan tegas dilakukan, karena Giglebox tidak mengindahkan teguran sebelumnya. “Dulu pernah disegel, tapi tetap bandel membuka usahanya. Untuk itu, kami terpaksa menutupnya,” ujar Atang, kemarin.

Atang menegaskan, tidak akan menghalangi usaha pihak manapun, selama pengusaha menjalankan aturan. Ketika Giglebox mulai membuka usaha, Satpol PP tidak penah diberi tahu pihak pengusaha. “Bukan kehendak kami, tapi kehendak aturan,” jelasnya.

Saat penutupan paksa, sejumlah karyawan menolak dengan menunjukan poster-poster kecil bertuliskan penolakan dengan alasan ekonomi. Kendati demikian, Satpol PP tetap menutup kafe tersebut.

Atang menjelaskan, penutupan dilakukan hanya sementara, selama pihak Giglebox menyelesaikan sejumlah persyaratan perizinan.

“Pada dasarnya, kami bukan tidak sayang kepada mereka (karyawan, red), hanya saja tempuh dulu aturan yang ada, perijiannya. Kita bukan menghilangkan pekerjaan mereka selamanya, ini hanya sementara. Kita sudah sampaikan baik-baik, selama ini silahkan proses, operasionalnya kita tutup selama proses itu.” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidik dan Penyelidikan Satpol PP (PPNS) Yudhi Prasetyo menambahkan, perizinan yang dimaksud, adalah yang sesuai dengan peruntukannya. “Izinnya hanya ada untuk rumah makan. Sedangkan kenyataannya, sudah ada penambahan fungsi,” tambahnya.

Di sisi lain staf perizinan di Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Sumedang, Jejen, memaparkan, sebelum mendapatkan izin, Giglebox harus menempuh sejumlah saran teknis dari sejumlah dinas.

“Persyaratan yang krusial, adalah rekomendasi dari Balai Besar di Jakarta yang kantor perwakilannya ada di Bandung, karena ini jalan nasional. Yang lainnya, upaya penanggulangan lingkungan (UPL), daftar ulang untuk usaha penambahan. Sebelum itu beres, tidak bisa keluar izin,” paparnya.

Pada kesempatan itu, hadir pula Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang Dudi Supardi. Menurutnya, kehadiran investor merupakan hal yang baik, namun pihaknya tidak bisa membiarkan usaha yang ilegal.

“Bukan masalah tega atau tidak, tapi ini tentang aturan. Kita tidak akan memilah milih. Kalau izinnya sudah keluar, itu menjadi jaminan untuk buka kembali, silakan urus dulu,” imbuhnya.

Sementara itu, Manager Store Giglebox Dewi, mengaku baru kali ini mengalami hal seperti itu. Sebab, sewaktu membuka usaha yang sama di Bandung, pihaknya bekerjasama dengan mall.
Dewi tidak berkomentar banyak saat diwawancara. Ia mengatakan, saat ini hanya memikirkan nasib karyawannya. “Memang akan kita tempuh. Tapi, kita perlu membayar karyawan,” tuturnya. (iqi)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js