Nutur Dunia sebagai Langkah Penanaman Jiwa Kewirausahaan

Nutur Dunia sebagai Langkah Penanaman Jiwa Kewirausahaan

BAZAR KEWIRAUSAHAAN: Ketua Panitia Bazar Kewirausahaan, Fauzan Akbar dari kelas X IPA 4 berada di tengah-tengah stand Bazar Kewirausahaan. (IIS SULASTRI/SUMEKS)

PEWARTA: IIS SULASTRI/SUMEKS

MengintipPelaksanaan Bazar Kewirausahaan Smansa Kelas X

Tanamkan
jiwa kewirausahaan pada pelajar
agar lebih mengena, terekam
dan
mendapat pengalaman sendiri. Hal itu,
menjadi dasar dari pelaksanaan Bazar Kewirausahaan SMAN 1 Sumedang
(Smansa) Kelas X. Dan dalam bazar ini, memiliki tema yang unik.
Berikut liputannya.

PELAJAR Smansa Kelas X, menyelenggarakan Bazar
Kewirausahaan, Rabu (12/12). Bertempat di Graha Adinira dan juga lapangan
Smansa, sebanyak 24 stand diisi
berbagai kuliner dan pameran kerajinan.

Bazar
Kewirausahaan ini, menjadi
program rutin setiap tahun untuk kelas X sejak 2016.  Untuk semester ganjil, berfokus pada kelas X
dan di semester genap pengembangan kewirausahaan tersebut menjadi ujian praktik
kelas XII.

“Kewirausahaan
itu ada pelajarannya, kalau penyelenggaraan bazar ini adalah bentuk real dalam pengalaman berwirausaha.
Esensi pengusaha itukan berjualan, ada produk yang ditawarkan baik barang
ataupun jasa,” ungkap Pembina
Kewirausahaan dan juga Pembina Pelaksanaan Kegiatan Bazar, Wulan Sovianita S Pd saat disambangi Sumeks,
Rabu (12/12).

Selain itu,
Wulan mengungkapkan adanya bazar tersebut,
menjadi
langkah dalam penanaman jiwa kewirausahaan pelajar agar lebih mengena, terekam dan mendapat pengalaman
sendiri. Adapun karakter yang diharapkan tertanam menurut Wulan, adalah kemandirian,
kejujuran, kedisiplinan, inovatif
dan
mental kewirausahaan.

“Bukan berpusat
menjadi seorang pedagang, tetapi
mengetahui dan mengalami bagaimana mengelola usaha baik dari modal, bentuk
usaha, ataupun keuntungannya. Selain itu di masa depan, mereka bisa membuka
peluang usaha dengan menjadi pendiri atau pemilik usaha tersebut serta tidak
bergantung pada lamaran pekerjaan,” jelas Wulan.

Dalam penuturannya, Wulan berpendapat, siapapun
bisa menjadi pengusaha. Baik
dari seorang dokter, guru
atau
pun lainnya. “Intinya, memberikan
penanaman jiwa kewirausahaan, sehingga
nantinya tidak hanya bergantung pada orang lain,” tutup Wulan.

Sementara itu
Ketua Panitia Bazar Kewirausahaan,
Fauzan
Akbar dari kelas X IPA 4 memaparkan konsep bazar yang diselenggarakan. “Bazar
ini bernama Nutur Dunia (Nusantara Touring
The World
) dengan misi mempertahankan kebudayaan Indonesia. Di mana orang Indonesia berkeliling dunia, tetapi membudayakan
Indonesia,” tuturnya.

Bazar Kewirausahaan
2018 ini, diakui Fauzan memiliki
perbedaan dengan tahun sebelumnya. Menurut
Fauzan, di tahun ini ada rangkaian
kegiatan lain di hari selanjutnya,
yaitu
Talkshow tentang kewirausahaan yang
mengundang komunitas Tangan Di Atas (TDA).

Selain ada, rangkaian kegiatan lain. Fauzan menjelaskan konsep
bazar kali ini, terbuka
untuk umum. Sehingga, bukan pelajar saja yang
bisa ikut meramaikan dan juga ada konsep perlombaan untuk setiap stand.

“Dari kegiatan
ini, harapannya bisa
membangun kesadaran wirausaha di era globalisasi. Bukan hanya berdagang tetapi
melatih tanggung jawab, kejujuran, serta solidaritas,” ungkap Fauzan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini
penting karena dunia semakin maju dan semakin kejam. Diakui pula oleh Fauzan, sempat adanya kendala
yang dialami, salah satunya kendala dana. Namun, berkat kekompakan kepanitiaan
dan usaha lainnya kendala tersebut bisa ditangani.

“Hargailah semua
usaha yang kita laksanakan karena keringat sendiri itu indah,” tutup Fauzan.

Adapun kesan
dari peserta bazar pengisi stand
memaparkan konsepnya kepada Sumeks.
“Konsepnya dari negara Australia dengan nuansa suku Aborigin dengan adanya
hiasan koala dan kangguru. Produk kami itu mengeluarkan menu Australia Potato Cake yaitu kentang berisi daging
sapi diberi saos dan mayones dengan harga dimulai dari Rp.4000 dan target bisa
mencapai Rp. 1 juta,” ujar Andre X IPA 6.

“Produknya
berupa kuliner dengan menu Jepang tetapi berbahan makanan Indonesia, seperti mie,
keju, daging, dan terigu. Dimulai dengan harga Rp. 6000 dan berharap mencapai
target Rp 500 ribu ke atas. Ini
cape tapi asyik,” ungkap siswa X IPS 4. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.