Obat Psikotropika Beredar Bebas, Dinkes Perketat Distribusi di Apotek

Peliput/Editor: asep herdiana/usep adhiwihanda

Obat Psikotropika Beredar Bebas, Dinkes Perketat Distribusi di Apotek

PERKETAT PENGAWASAN: dinkes Kabupaten Sumedang akan mengetatkan distribusi obat di apotek-apotek. Hal ini, menyusul ditemukannya obat yang mengandung psikotropika beredar bebas di kalangan masyarakat.

KOTA – Satuan Reserse Narkoba Polres Sumedang menetapkan dua pemuda sebagai tersangka penyalahgunaan obat terlarang. Saat dikonfirmasi, Kasat Narkoba, AKP I Nyoman Yudhana mengatakan, dua pemuda yang masih dirahasikan namanya itu, diamankan karena kepemilikan obat terlarang jenis camlet.

“Benar, ada yang kami tangkap karena kepemilikan obat kamlet. Tapi, masih kami rahasiakan dulu identitasnya, untuk kepentingan penyidikan dan pengembangan kasus. Mereka dijerat pasal 85 a, b, c, UU no 22/1997 tentang Narkotika. Ancam hukumannya 1 tahun sampai dengan 4 tahun,” ujar Nyoman kepada Sumeks, kemarin (26/10).

Nyoman menerangkan, calmlet atau camlet merupakan sejenis obat penenang, yang pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Obat ini, terbilang khusus karena mengandung alprazolam 0,25 miligram hingga 2 miligram per tablet. “Ini tergolong dalam obat psikotropika, yang tidak dijual bebas” katanya.

Menanggapi temuan penyalahgunaan obat di masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mengakui, obat yang termasuk dalam jenis psikotropika memang diproduksi. Namun, untuk kepentingan medis dan tidak dijual sembarangan.

“Memang ada obat seperti itu, tapi harus dengan resep dokter dan tidak sembarangan,“ ujar Sekretaris Dinas Kesehatan dr Anna Sabana saat dikonfirmasi, Senin (26/10).

Ia juga mengatakan, terus memperketat pengawasan peredaran obat di apotek sebagai antisipasi banyaknya penyalahgunaan. “Kami selalu memperketat pengawasan ke apotek-apotek. Dan jika ada kedapatan apotek yang bermain, maka izinnya bisa dicabut,“ ujarnya. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.