Olah Ampas Tahu jadi Kuliner

Peliput/Editor: Igun gunawan

Olah Ampas Tahu jadi Kuliner

IST MENGOLAH: Admin Hanjuang, Yayan NK, saat terjun langsung mencoba melakukan pengolahan tahu di Pabrik Tahu Saribumi.

KOTA – Grup facebook Hanjuang Sumedang bekerjasama dengan FTIP Unpad kembali melakukan penelitian pemanfaatan ampas tahu agar bisa dijadikan produk olahan atau sesuatu yang bernilai jual bagi masyarakat. Penelitian kali ini dilakukan di Pabrik Tahu Saribumi yang beralamat di Jl. Sebelas April, Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Selatan.

Menurut Admin Hanjuang, Yayan NK kegiatan ini merupakan kesekian kalinya dalam upaya mencari perbandingan dari ampas tahu beberapa pabrik tahu di Sumedang untuk diteliti di Lab. FTIP Unpad sehingga diketahui kualitasnya karena rencananya ampas tahu tersebut akan dijadikan tepung yang mengandung protein dan selanjutnya dikembangkan menjadi produk olahan yang bisa dikonsumsi masyarakat.

“Selanjutnya setelah penelitian selesai, maka akan dilakukan pelatihan terhadap UKM kuliner Binaan Hanjuang Sumedang, bagaimana mengolah ampas tahu menjadi tepung kemudian para UKM akan diberi tugas membuat produk olahan dari tepung tersebut. Rencana pelatihan akan dilakukan pada akhir September 2015 dengan melibatkan 15 UKM,” kata Yayan pada Sumeks, kemarin.

Lebih lanjut ia menyebutkan kegiatan penelitian tersebut merupakan bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilakukan FTIP Unpad dan Grup Facebook Hanjuang Sumedang. Harapannya semoga masyarakat Sumedang bisa lebih mengembangkan kewirausahaan dan lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah pabrik tahu. Selain untuk ukm, penelitian ini juga nantinya akan membantu para pengusaha tahu agar limbah airnya tidak langsung dibuang ke sungai tetapi melalui proses yang akan dibantu unpad sehingga limbahnya lebih sedikit pencemarannya.

Disebutkan Yayan, awalnya kegiatan ini dilakukan, karena melihat ampas tahu ini hanya sekedar dijadikan pakan ternak padahal masih ada kandungan proteinnya, dan juga di tempat lain pernah dijadikan nugget oleh mahasiswa di salahsatu kampus. Melihat kondisi tersebut, ketika bertemu dengan wakil ketua dekan FTIP Unpad, Yayan NK membicarakan hal ini dan meminta unpad melakukan penelitian lebih lanjut.

Gayung bersambut pihak Unpad menyetujui keinginan admin hanjuang tersebut kemudian setelah dibicarakan rektorat akhirnya pihak Unpad menganggarkan untuk penelitian tersebut dan akan dilakukan terus sampai berhasil sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat Sumedang apalagi Unpad berlokasi di Sumedang sudah sangat wajar memberi kontribusi untuk Sumedang dan salahsatunya dengan kegiatan ini.

“Kerjasama Hanjuang dan Unpad ini akan terus berlanjut dan tidak hanya penelitian tetapi membantu juga proses produksi, pengemasan hingga pemasaran bahkan beberapa ukm sudah menempelkan logo FTIP Unpad dan Hanjuang pada produk mereka sebagai bukti para ukm berada dalam binaan Unpad dan Hanjuang Sumedang,” jelasnya.

Bahkan beberapa waktu lalu pihak Unpad dan Hanjuang memberikan bantuan mesin-mesin untuk produksi kuliner dan kemasan kepada beberapa UKM binaan mereka dan rencananya akan terus dibantu dan dikawal sampai mereka benar-benar memahami proses produksi yang sesuai standar kesehatan dan layak dikonsumsi publik serta dibantu pemasrn dan bidang lainnya. (ign)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.