oleh

Orang Tak Dikenal Data Ulama, Masjid dan Pontren

BERITA HOAX

DARMARAJA – Berita bohong adanya orang tak dikenal yang mendata ulama, masjid dan pondok pesantren (pontren) di Kampung Cikawung Desa Karang Pakuan Kecamatan Darmaraja, sempat meresahkan warga. Sebab, maraknya penganiyaan terhadap ulama akhir-akhir ini, pun membuat masyarakat mudah terhasut berita bohong.

Pantauan Sumeks di lapangan, menurut warga setempat tidak ada orang yang mendata para ulama seperti yang diinformasikan oknum yang menyebarkan tulisan bohong tersebut. Dalam berita bohong itu disebutkan, bahwa ada sejumlah orang yang tidak dikenal dengan ciri-ciri dua orang memakai jaket levis dan kulit dengan mengenakan celana panjang dan pendek. Sedangkan empat orang lainnya menggunakan kopeah dan sarung.

“Pada saat itu juga (Jumat 16/2) saya langsung menelusuri lokasi yang diduga, tapi tidak ada masyarakat yang menerangkan adanya orang yang tak dikenal yang mendata ulama,” kata Kulisi Desa Karang Pakuan Deni Ismail, kemarin (18/2).

Bahkan, pihaknya sempat menemui pengurus DKM masjid yang ada di kampung tersebut. Namun, tidak ada yang menemukan orang yang dicurigai. Bahkan di kampung ini juga, tidak ada nama Masjid Nurul Huda.

“Anehnya lagi, di kampung tersebut tidak ada nama masjid yang ditulis dalam informasi yang disebar di WhatsApp,” tuturnya.
Untuk kewaspadaan pada Jumat malem itu, warga berjaga-jaga demi terciptanya kondisi yang kondusif. “Meski kami tidak yakin dengan berita hoax tersebut, kami tetap waspada,”ucapnya.

Terpisah, Ketua DKM Masjid Nurul Huda di Dusun Karang Anyar Desa Karang Pakuan H Engkos menegaskan, tak ada orang yang tidak dikenal berkeliaran di sekitar masjid tersebut. Bahkan jemaah masjid juga masih orang-orang sekitar kampong sehingga tidak ada orang dari luar wilayah.

“Saya baru tahu ada isu seperti itu. Padahal setiap saat masjid itu terpantau dan tidak ada orang yang tidak dikenal, memotret atau pun mendata para ulama. Itu yakin kabar bohong,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikmah di desa tersebut Drs Asep Suhada, menegaskan hal itu sebuah berita bohong yang hanya ingin meresahkan masyarakat dan para ulama. Pihaknya mengaku, sempat menerima kabar tersebut dari postingan WhatsApp, namun tidak terlalu ditanggapi. Sebab munculnya berita tersebut, bukan dari pihak berwenang.

“Kenapa saya yakin bahwa itu berita bohong, karena saya yakin hal seperti itu akan muncul dari pihak-pihak berwenang, dan selama ini kita juga selalu komunikasi dengan pihak-pihak institusi setempat,” katanya.

Dia menilai, hal seperti itu jangan langsung disimpulkan mentah-mentah oleh masyarakat mau pun para ulama. Seharusnya, berita-berita seperti itu harus disaring dengan cermat.

“Tak ada rasa resah sedikitpun buat saya. Saya cukup santai menyikapinya, karena saya yakin pihak berwenang pun tidak akan tinggal diam,” ucapnya.

Menyikapi hal ini Kapolsek Darmaraja Kompol Amrizal M Nur menegaskan, hasil penelusurannya di wilayah Darmaraja, terutama di wilayah yang menjadi pusat berita hoax, tidak ada indikasi bahwa berita yang beredar di media sosial (medsos) itu benar.

Oleh sebab itu, Amrizal mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, dan tidak terpropokasi oleh berita-berita bohong.
“Berita ini adalah berita bohong. Pihak polsek sudah melakukan penelusuran sejak munculnya berita bohong itu tersebar. Oleh sebab itu, masyarakat harus tenang dan menjalankan ibadah di masjid dengan khusu,” ucapnya.

Di samping itu, kewaspadaan pada masyarakat harus tetap ada, dan selalu memperhatikan orang-orang tak dikenal.
Terpisah, Camat Darmaraja Drs Agus Kori Hidayat MSi, menyarankan terhadap masyarakat untuk lebih cerdas menggunakan fasilitas teknologi modern saat ini. Pada intinya, timbulnya konflik dan keresahan pada masyarakat yang diakibatkan berita hoax itu, karena kurang pandainya pengguna media sosial menyaring informasi yang muncul di media.

“Saya sarankan masyarakat lebih pandai mencerna informasi dari media sosial,” imbaunya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed