oleh

Orangtua Siswa Minta KBM Normal

Disdik Akan Minta Izin Pimpinan Daerah

SUMEDANGEKSPRES.COM , JATINANGOR – Nihilnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang, disambut gembira sejumlah pihak. Terutama ibu-ibu yang memiliki anak sekolah yang sehari-hari harus mengawasi anaknya belajar daring.

Mereka berharap, dengan nihilnya kasus Covid-19, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan normal ke sekolah. Sebab, orangtua terbebani dengan kuota dan harus mengawasi anaknya belajar setiap hari.

“Kalau daring merepotkan orang tua, sudah mah beli kuota, ditambah harus ngerjain tugas dan mengawasi anak tiap hari,” kata Dewi Lestari salah seorang orangtua murid, kemarin.

Dengan adanya aktivitas belajar di sekolah, lanjut Dewi, minimal orangtua bisa fokus mencari uang dan mengurus rumah tangga. Tidak dibebani mengajari anaknya pelajaran sekolah. Lagi pula, katanya, masa pandemi di Indonesia terlalu lama hingga mencapai 6 bulan.

“Anak-anak hampir satu semester gak tatap muka. Belajar di rumah kurang efektif, karena orangtua juga belum tentu mengerti pelajaran sekolah,” tuturnya.

Tak hanya itu, belajar daring yang tidak lepas dengan gadget dihawatirkan anak anak akan terkena dampak radiasi dari hape dan matanya rusak. Termasuk, pekerjaan rumah seperti beres beres dan mencuci sering tak dikerjakan anak. “Mau disuruh juga susah anak anak sekarang mah. Alasannya mau ngerjain tugas online, padahal main hape. Mau dilarang juga takut penting pelajarannya,” katanya.

Sementara itu, Kadisdik Sumedang Dr Agus Wahidin mengatakan, dalam akun medsosnya, saat ini Sumedang sudah Nol Pasien Covid-19. Jika dalam 14 hari kedepan tidak ada kasus baru, maka Disdik Kabupaten Sumedang akan meminta izin pimpinan daerah serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memulai  belajar tatap muka.

“Tatap muka di sini bagi peserta didik Paud, SD, SMP dan Dikmas di Kabupaten Sumedang dengan teknis dan SOP yang tengah kami susun. Sebab, kalau kewenangan SMA/SMK ada di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” tukasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed