OTD Butuh Penghasilan Tetap

Peliput/Editor: Heri Purnama

OTD Butuh Penghasilan Tetap

INFRASTRUKTUR BURUK: Seorang warga berjalan di jalan yang masih berlapis tanah di Desa Pawenang, Blok Cipondoh yang merupakan wilayah relokasi warga Desa Padajaya. ( HERI PURNAMA/SUMEDANG EKSPRES )

JATINUNGGAL – Perekonomian di wilayah relokasi warga terkena dampak (OTD) Waduk Jatigede, kian hari kian memburuk. Selain buruknya infrastruktur seperti tidak adanya sarana listrik dan kondisi jalan yang sangat tidak layak, warga di Desa Pawenang, Blok Cipondoh juga belum bisa memulihkan perekonomiannya.

Mereka mengaku sudah sekitar 8 bulan, sejak pindah ke lokasi relokasi hingga saat ini tidak ada perubahan di bidang perekonomian, justru malah semakin memburuk dan memprihatinkan.
Hal itu dikemukakan oleh salah seorang warga yang berasal dari Desa Padajaya, Kecamatan Wado yang saat ini pindah ke wilayah relokasi Cipondoh, Apong Mariam. Apong mengaku saat ini tidak ada penghasilan yang tetap yang didapat oleh keluarganya, bahkan suaminya yang dulu waktu di desa asalnya tersebut bisa mencari nafkah dari buruh tani, saat ini hanya memancing ikan, yang tak bisa di andalkan untuk biaya kehidupannya.

“Saya dulu waktu di Padajaya, tidak sengsara begini, sekarang setelah pindah kesini, perekonomian semakin memburuk dan sulit mencari pekerjaan,” kata dia.
Tragisnya, untuk biaya sehari-hari saja warga kelabakan mencarinya, terkadang warga yang memiliki sanak saudara di tempat lain, meminta bantuan pinjaman uang atau beras untuk mereka makan, karena selama ini bantuan yang di dapat kan mereka dari desa yaitu, beras sebanyak 4kg tidak cukup, beras tersebut hanya cukup untuk makan selama 4 hari.

“Ya kalau mentok, untuk biaya hidup saya minjem ke sanak saudara yang ada di tempat lain,” kata dia
Pada dasarnya, masyarakat yang menjadi korban pembangunan mega proyek itu meminta kepada pemerintah untuk tidak berleha-leha dalam mencari solusi untuk menumbuhkan lagi perekomoniannya. Mereka menilai daripada bantuan berupa sembako lebih baik pemerintah membuka lowongan kerja untuk otd, agar mereka punya penghasilan yang tetap setiap bulannya.

Sementara itu lambatnya penanganan pemerintah terhadap dampak sosial yang terjadi di wilayah korban pembangunan waduk Jatigede, yakni masih adanya warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Setidaknya ada sekitar 500 KK yang tinggal di relokasi Blok Panyiriban dan blok Cilimus, Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede mengaku kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Selama ini untuk memenuhi kebutuhan air, warga yang merupakan pindahan dari Desa Leuwihideung Kecamatan Darmaraja dan Desa Sukakersa, Kecamatan Jatigede terpaksa mengandalkan air hujan.
Salah seorang warga Blok Cilimus, Engkos (45) menyebutkan, kesulitan air dialami sejak warga pindah sekitar 8 bulan lalu dari tempat asal.

Sejauh ini untuk memenuhi kebutuhan air warga harus mengambil dari sumber mata air yang letaknya berjarak sampai 1 km.
“Untuk mandi ya di tempat sumber mata air, kemudian kami juga mengangkut air untuk di rumah. Kalau buat minum terpaksa membeli air galonan,” ujarnya. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js