OTD Masih Komplain Ganti Rugi

Peliput/Editor: asep herdiana/handri s budiman

OTD Masih Komplain Ganti Rugi

ASEP HERDIANA/SUMEKS KECEWA: Puluhan warga OTD berunjukrasa di halaman kantor bupati di jalan Prabu Gajah Agung, kemarin (15/10).

KOTA – Puluhan orang terkena dampak (OTD) pembangunan Bendungan Waduk Jatigede kembali menggelar unjuk rasa, Kamis (15/10). Untuk kesekian kalinya, mereka mendatangi kantor Bupati Sumedang dengan membawa berbagai spanduk dan poster yang bertuliskan berbagai tuntutan.

Koordinator aksi, Rohmat Hidayat mengatakan, peserta aksi merupakan warga yang mengajukan kompalin terkait ganti rugi yang diajukan pada tahun 1984. Namun, komplain ketika diverifikasi, komplain warga tak memiliki data akurat, sehinggaditolak pemerintah. Beberapa poin komplain, di antaranya salah ukur tanah, terlewat murni dan salah klasifikasi oleh tim verifikasi terdahulu.

Pendemo pun menuntut bertemu Wakil Bupati Sumedang Eka Setiawan. Mereka meminta pertanggungjawaban secara tertulis terkait hal yang mereka tuntut. Sebab, menurut Rohmat, selama ini tanpa ada kesepakatan tertulis, hasil audiensi atau demo selalu mentah dan tidak terlaksanakan di lapangan.

“Kami ingin bertemu dan berbicara langsung dengan wakil bupati dan mempertanayakan kenapa komplain kami terkait ganti rugi lahan ditolak,” kata Rahmat.

Menyikapi tuntutan warga, Pemkab menerima perwakilan pengunjuk rasa di pendopo Induk Pusat Pemerintah. Namun, mereka tetap menginginkan bertemu wakil bupati, mereka pun mengancam menduduki IPP dan menginap di pendopo sampai wakil bupati mau menerimannya.

Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan Pemkab Sumedang Denny Tanrus mengaku, warga yang datang, adalah mereka yang mengajukan komplain terkait ganti rugi lahan milik mereka. Namun, karena bukti tidak sinkron dengan fakta di lapangan, maka prosesnya tidak dilanjutkan.

“Mereka itu, memang sebelumnya sudah melakukan komplain tapi setelah dilakukan verifikasi oleh tim, ternyata tak bisa ditindaklanjuti karena data-datanya tidak akurat,” ucapnya.
Akhirnya pendemo membubarkan diri, dengan catatan mereka akan kembali lagi pada senin (19/10) untuk bertemu wakil bupati. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.