Waduh, OTD Waduk Jatigede Terbebani Biaya Listrik

Waduh, OTD Waduk Jatigede Terbebani Biaya Listrik

PASANG: Seorang petugas saat memasang meteran di salah satu rumah warga. Sekarang ini, OTD Jatigede yang membangun rumah baru, mengeluhkan biaya listrik. NET/ILUSTRASI

Peliput/Editor: heri purnama/usep adhiwihanda

DARMARAJA – Masyarakat Orang Terkena Dampak (OTD) penggenangan Waduk Jatigede, meminta kepada pemerintah Kabupaten Sumedang, untuk ikut meringankan beban mengenai pemasangan listrik. Saat ini, banyak warga OTD yang mengeluhkan ketidak bisaan KWH yang dulu untuk dipindahkan ke tempat tinggal baru mereka.
Sekertaris Desa Jatibungur, Ahmid, mengaku sering mendapat keluhan dari warganya mengenai pemasangan listrik. Warga meminta kepada pihak terkait untuk membantu pengadaan listrik, minimalnya KWH yang dulu bisa dialihkan ke rumah baru mereka. Pasalnya kalau harus pasang baru itu sangat membebani warga OTD.
“Pada intinya, hampir semua warga mengeluh untuk memasang baru, selain dari biayanya yang mahal, mereka juga tidak mau memakai KWH pulsa (Token),” katanya.
Menurut Ahmid, pemerintah seharusnya bisa terus merespon setiap keluhan dari warga OTD. Karena dengan warga berpindah dengan bekal konpensasi pecahan KK yang hanya Rp 29 juta, tidak memungkinkan untuk membangun rumah. Sehingga diharapkan, warga yang sudah memiliki rumah di luar wilayah genangan, jangan dibebani lagi dengan masalah listrik.
“Kalau terus-terusan begini, OTD terbebani ya kasian, sudah mereka kehilangan mata pencahariannya, sekarang harus dibebani dengan listrik juga,” ucapnya.
Ditemui terpisah, warga yang masih OTD juga bersikeras meminta kepada pemerintah agar bisa mengambil kebijakan untuk warga yang jadi korban. Sebab tadinya mereka juga punya listrik dan sekarang di tempat yang baru mereka juga meminta agar listrik bisa dipindahkan dari wilayah genangan ke tempat lain.
“Piraku urang rek popoekan di tempat anyar,” tandasnya. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.