oleh

Overload Karyawan, Simalakama PDAM

Kebutuhan 300 Pegawai, Yang Ada 500 Orang Lebih

SUMEDANGEKSPRES.COM – Keran rekrutmen pegawai yang berlebihan, dinilai pula sebagai pangkal kekeliruan manajemen PDAM. Nyatanya, dari kebutuhan sekitar 300 pegawai, jumlah yang ada melebihi kapasitas, yakni lebih dari 500 pegawai.

Ketua Komisi ll DPRD Sumedang, Warson mengatakan, jumlah karyawan Perumda Tirta Medal (PDAM) mencapai 576 orang, tidak sebanding dengan 38.466 pelanggan. Idealnya, kata Warson, 300 orang.

Hal ini, kata dia, menjadi simalakama bagi perusahaan pelat merah itu. Sebab, kata dia, tidak mungkin saat ini PDAM harus memangkas 200 pegawainya.

“Harus ada solusi. Jika dipangkas, akan menambah pengangguran baru, dilanjutkan pun beban perusahaan tetap akan berat,” tegas Warson kepada Sumeks, usai kunjungan kerjanya ke Kantor Perumda Tirta Medal, Senin (27/7).

Untuk itu, dia menegaskan, PLT Dirut harus melakukan pemulihan kesehatan perusahaan. “Sehingga perusahaan bisa pulih dan sehat,” katanya.

Salahsatunya, lanjut Warson, mengoptimalkan peran cabang-cabang. “Ada delapan cabang Perumda yang harus dioptimalkan. Di antaranya, Jatinangor, Tanjungsari, Cimanggung, Cisitu dan Darmaraja,” katanya.

Bengkaknya jumlah karyawan, mendapat sorotan dari anggota DPRD Lainnya, yakni drg Rahmat Juliadi. Kata dia, rekrutmen pegawai  terlalu asal-asalan. Dampaknya, pembengkakan jumlah pegawai tidak sebanding dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan.

“Sejauh ini, Perumda Tirta Medal (PDAM) sering melakukan perekrutan karyawan. Sementara kenyataan di lapangan, karyawan itu sendiri tidak bekerja sebagai mana yang dibutuhkan,” ujar Rahmat, baru-baru ini. “Harus dilakukan pemetaan kembali, berapa sih kebutuhan yang ril?” ujar dia.

Bahkan terkait imej buruk yang diplesetkan masyarakat, dengan sebutan ‘Perusahaan Dulur Anak Minantu’ itu, menjadi salahsatu tugas Pemda untuk memperbaikinya. “Ini sudah kronis. Banyak sekali kita dengar rekrutmen karyawan dengan cara-cara tanda kutip. Pas dia masuk, tidak jelas apa pekerjaan mereka,” tuturnya.

Penilaian imej itu, kata Rahmat, menjadi pekerjaan rumah yang sangat penting bagi Pemerintah Daerah. “Pemda harus mengembalikan imej PDAM yang kemarin seolah-olah menjadi perusahaan nepotisme,” ujarnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 komentar

News Feed