oleh

Pabrik Kosmetik Diprotes Warga Conggeang

SUMEDANGEKSPRES.COM
Gara-gara masih terus berproduksi di tengah pandemi Covid-19, ratusan warga Conggeang beramai-ramai memprotes PT Sagara Purnama/Marwah yang berada di Dusun Conggeang Rt 03 Rw 02, Desa Conggeang Kulon, Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang, Rabu (1/4).

Dalam aksinya, warga protes karena perusahaan yang mempekerjakan sekitar 330 karyawan tersebut masih ngotot berproduksi.

Warga pun resah, karena takut wabah asal Wuhan, China itu akan tersebar dilingkunganya.

“Kami hanya ingin PT Sagara Purnama sadar dan ikuti aturan pemerintah untuk berhenti berproduksi sampai tanggal yang telah ditentukan oleh Pemerintah,” ujar juru bicara aksi protes Agus Badrul.

Warga juga meminta agar PT Sagara Purnama dapat mengikuti aturan pemerintah terkait sosial distancing dan physical distancing yang selama ini masih terjadi dilingkungan kerjanya.

“Kami, selaku warga tidak akan menghentikan PT Sagara Purnama untuk berproduksi. Namun, kami meminta kesadaran PT Sagara Purnama sendiri untuk menghentikan produksi selama wabah Virus Korona mewabah. Dan, meliburkan karyawan sampai batas tanggal yang ditentukan oleh pemerintah,” paparnya.

Sebelumnya, lanjut Agus, warga telah melakukan audiensi dan mediasi dengan PT Sagara Purnama yang difasilitasi oleh Forkopimcam Conggeang di Kecamatan Conggeang pada Senin (30/3) lalu.

Saat itu warga menyampaikan beberapa aspirasi diantaranya. Pertama, dengan keadaan pandemi korona membuat masyarakat mengerti dengan sosialisasi dari pemerintah.

Kedua, perusahaan tidak mengindahkan seruan pemerintah (berkerumun dan melakukan social distancing). Ketiga, produktifitas malah ditingkatkan dengan mendatangkan bahan baku dari luar daerah.

Keempat, kurangnya komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat. Kelima, persoalan limbah tidak terkendali sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat dan keenam masyarakat berkeinginan perusahaan melakukan penghentian produksi sementara mengingat status darurat Covid-19 sesuai anjuran pemerintah sampai batas waktu yang ditentukan.

Dijelaskan Agus, adapun jawaban dari pihak perusahaan adalah pertama akan menghentikan produksi sementara pembuatan produk dan akan dialihkan untuk memproduksi disinfektan dan sanitizer mengingat status darurat covid 19 sesuai anjuran pemerintah.

Kedua, perusahaan setuju atas perbaikan penanganan yang dihasilkan. Ketiga, perusahaan sedang melakukan proses pemindahan pabrik dari Kecamatan Conggeang ke Kecamatan Pamulihan.

Keempat, pihak perusahaan meminta maaf kepada masyarakat apabila banyak kelemahan dan kekurangan dalam operasional PT Sagara Purnama dan kelima perusahaan siap mengikuti apa yang diputuskan bersama yang dilaksanakan pada audiensi Senin, (30/3).

“PT Sagara Purnama sendiri tidak mentaati kesepakatan bersama hasil audiensi dan mediasi yang dilaksanakan dan difasilitasi oleh Forkopimcam Conggeang. Pada kesepakatan tersebut, Selasa (31/3) seharusnya produksi sudah berhenti namun pada Rabu (1/4) PT Sagara Purnama masih terus berproduksi sehingga warga melakukan demo,” terangnya.

Pantauan sumeks, setelah diprotes warga PT Sagara Purnama menghentikan produksinya dan membubarkan karyawan yang bekerja. Puluhan karyawan keluar dari pabrik yang memproduksi kosmetika bermerk Marwah tersebut.

“Kami menjamin dan menghimbau warga tidak melakukan anarkis kepada karyawan ataupun lokasi pabrik. Kami meminta kesadaran dari perusahaan PT Sagara Purnama sendiri untuk menghentikan sementara produksi selama status darurat Covid 19 diberlakukan,” tuturnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed